Kadin ingin HKTDC jadi ajang pacu ekspor Jatim

Rabu, 8 Oktober 2014 | 15:35 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Hong Kong Trade Development Council (HKTC) akan kembali di gelar di Indonesia. Tidak hanya sebagai ajang ekspansi pengusaha Hong Kong ke Indonesia, event yang biasanya diikuti oleh ratusan pengusaha dari Hong Kong tersebut juga diharapkan menjadi sarana pengusaha Jatim untuk meningkatkan kinerja ekspor mereka kesana.

"Selama ini neraca perdagangan Jatim dengan Hong Kong memang selalu mengalami surplus. Tetapi pada tahun lalu, pergerakannya mulai melambat," ujar Wakil Ketua Umum Bidang Pemberdayaan Daerah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim Adik Dwi Putranto di Surabaya, Rabu (8/10/2014).

Lebih lanjut ia mengetengahkan, selama kurun waktu 2009-2013, neraca perdagangan Jatim-Hong Kong selalu mengalami surplus. Surplus terbesar terjadi pada tahun 2011 dengan nilai US$ 114,76 juta dan terendah pada tahun 2009 yang hanyua dikisaran US$ 20,81 juta.

Namun, selama periode tersebut, perkembangan ekspor Jawa Timur ke Hong Kong cenderung melamban, rata-rata hanya sebesar 1.,0% per tahun dengan share terhadap total ekspor Jawa Timur selama periode diatas adalah sebesar 1,13% per tahun.

Adapun 10 kelompok komoditi utama ekspor Jawa Timur ke Hong Kong adalah Makanan dan Minuman, Kulit, Barang Kulit dan Sepatu/Alas Kaki, Barang-barang kerajinan lainnya, Pulp & Kertas, Pengolahan Kayu, Pertanian, Pengolahan tetes, Tekstil, Besi baja & Mesin-mesin dan otomotif, elektronika.

Sedangkan perkembangan nilai impor non migas Jawa Timur dari Hong Kong selama kurun waktu tersebut cenderung fluktuatif, dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 9,52% per tahun.

Forum HKTDC ini menurutnya merupakan salah satu upaya HKTDC untuk meningkatkan hubungan perdagangan antara Jawa Timur dengan Hong Kong sebagai Hub jaringan pemasaran internasional.

Dan Kadin Jawa Timur mendukung kegiatan ini sebagai upaya peningkatan kapasitas dan kapabilitas pengusaha Jawa Timur dalam akses pasar internasional. Karena tantangan persaingan global di era perdagangan bebas memaksa pengusaha Jatim untuk terus meningkatkan kapasitas, kapabilitas dan inovasi pengusaha Jawa Timur guna memenangkan persaingan regional dan global.

"Untuk itu saya berharap pengusaha Jawa Timur yang hadir dalam kesempatan ini dapat melihat peluang pasar lebih jeli dan mampu memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh negara customer," ujarnya.kbc6

Bagikan artikel ini: