Wismilak incar pendapatan naik 20% di 2015

Jum'at, 10 Oktober 2014 | 13:04 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Di tengah sejumlah industri rokok harus melakukan efisiensi seiring banyaknya regulasi yang menggencet sektor ini, PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) tetap yakin jika mampu membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 15% hingga 20% pada tahun 2015 mendatang.

Direktur Utama WIIM, Ronald Walla mengatakan, perseroan akan segera menyesuaikan harga produknya seiring dengan kenaikan cukai rokok. "Kami akan naikkan harga produk 10% secara bertahap di tahun depan karena ada kenaikan cukai," ujarnya di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/10/2014).

Menaikkan harga produk menjadi salah satu strategi WIIM untuk menekan penurunan margin laba akibat cukai rokok yang kian mencekik. Apalagi, WIIM saat ini tak banyak menelurkan produk baru.

Ronald bilang, pada bulan April lalu perseroan sudah meluncurkan dua produk rokok baru. Pada Semester I-2014, perseroan menaikkan harga produk hingga 25%. Kenaikan harga itu diambil perusahaan demi mengkontrol jumlah volume.

Namun, kebijakan itu justru menurunkan penjualan WIIM di Semester I-2014 sebesar 9,82% menjadi Rp 733,99 miliar. Laba bersih WIMM juga turun menjadi 48,24% menjadi Rp 53.45 miliar dibandingkan periode yang sama di tahun lalu yang sebesar Rp 79.23 miliar.

"Memang, semester I banyak turun. Tetapi kami terus melakukan promosi hingga di Semester II akan meningkat," ujarnya. Ronald masih yakin, hingga akhir tahun, pendapatan WIIM masih bisa tumbuh 15% dari tahun lalu, menjadi Rp 1,86 triliun. Sehingga, harapannya di tahun depan, pendapatan WIIM bisa menyentuh angka Rp 2,37 triliun hingga Rp 2,55 triliun.

Ronald bilang, selama ini kenaikan cukai rokok memang menjadi beban paling tinggi di industri rokok. Sehingga, pihaknya juga akan menahan ekspansi untuk mengurangi beban. "Namun dengan menaikkan harga jual, harapannya beban cukai tadi bisa tercover," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: