Kadin minta Pemda prioritaskan investor lokal

Jum'at, 17 Oktober 2014 | 10:43 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur meminta pemerintah daerah di seluruh Jatim lebih memprioritaskan investor lokal dibanding investor asing. Priotritas tersebut bisa diwujudkan dengan memberi berbagai kemudahan mulai dari perijinan ataupun kebijakan lainnya. Apalagi dengan akan berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di 2015.

Wakil Ketua Umum Kadin Jatim bidang investasi, Moch. Turino Junaedi mengatakan, sejauh ini masih banyak kendala yang dirasakan oleh investor lokal dalam menanamkan investasi mereka di wilayah Jatim. Ada beberapa kebijakan pemerintah daerah (Pemda) setempat yang tidak pro terhadap investor. Akibatnya, investor menjadi ragu dan menahan investasi mereka. Padahal potensi Jatim cukup besar untuk bisa menarik investor masuk.

"Masih banyak sekali kebijakan yang diluarkan oleh pemerintah daerah yang tidak pro investor. Misalkan ijin yang berbelit dan lama. Kami minta Pemda mulai terbuka dan lebih perhatian kepada investor lokal dengan memberikan layanan khusus, seperti kemudahan perijinan," ujar Turino Junaidi disaat Rapat Koordinasi Pengembangan Penanaman Modal Jatim di Hotel Swiss Berlin Surabaya, Kamis (16/10/2014)

Pemerintah, ujarnya, harus lebih pro pada investor lokal dibanding investor asing. Karena langkah ini akan memicu gairah pengusaha lokal untuk berlomba-lomba membesarkan dan mengembangkan industrinya di wilayah Jatim. Dan pastinya hal ini akan berdampak positif terhadap kuatnya kinerja industri lokal tanah air.

Pada kesempatan yang sama, Heri Iswanto dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jatim Bidang Ekonomi menegaskan, sejauh ini Pemprov Jatim telah berupaya memberikan kemudahan bagi seluruh investor, baik lokal maupun asing guna meningkatkan nilai investasi yang masuk. Hanya saja, hal ini kadang tidak sejalan dengan lambannya perijinan di daerah. Akibatnya, perijinan masih lama dan agak berbelit. "Kami sudah berupaya dengan mengimbau daerah untuk melakukan hal yang sama. Karena yang berwenang mengeluarkan perijinan di daerah ya daerah itu sendiri," katanya.

Sementara realisasi investasi tahun ini relatif masih bagus. Investasi yang masuk sepanjang triwulan II Tahun 2014 misalnya, telah mencapai sebesar Rp 83,24 triliun, naik kurang lebih 22,27 % dibanding tahun lalu pada periode yang sama yang hanya dikisaran Rp 68,08 triliun. Sedangkan untuk realisasi ijin prinsip mengalami kontraksi, Jika tahun lalu di triwulan II mencapai Rp91 triliun, di tahun ini pada periode triwulan II hanya dikisaran Rp 85,74 triliun atau dikisaran 94,18% dibanding realisasi tahun lalu.

"Tahun depan Pemrov Jatim akan menergetkan investasi yang akan masuk mencapai dikisaran Rp 260 triliun hingga Rp 270 triliun. Tetapi ini belum final karena akan dikaji kembali dengan melihat pertumbuhan ekonomi yang akan terjadi," ujarnya.kbc6

Bagikan artikel ini: