Perusahaan diminta edukasi perencanaan keuangan karyawannya

Minggu, 2 November 2014 | 19:12 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Para pelaku usaha diminta tidak sekadar memenuhi kewajiban hak gaji kepada para karyawannya saja. Mereka juga diminta memberikan edukasi terkait perencanaan keuangan kepada karyawan. Pasalnya, saat ini ada kecenderungan meningkatnya minat karyawan untuk meminjam uang di perusahaan tempatnya bekerja.

"Saat ini ada kencenderungan karyawan untuk meminjam uang ke perusahaan. Kondisi ini harus disiasati karena perusahaan tidak mungkin menaikkan gaji untuk mengikuti semua keinginan karyawan," kata Ketua Lembaga Sertifikasi Perencana Keuangan (FPSB) Tri Djoko Santoso, baru-baru ini.

Dipaparkannya, para karyawan harus diedukasi mengenai cara mengendalikan keinginan agar kebutuhan primer tetap terpenuhi seperti memiliki rumah.

"Karyawan harus tahu mengenai cara membagi penghasilan, seperti dari 100 persen pendapatan maka 35 persennya untuk cicilan rumah, 10 persen untuk asuransi, 10 persen untuk dana pensiun, dan sisanya untuk gaya hidup," ujar dia.

Menurutnya yang harus direvisi yakni mengenai gaya hidup dari karyawan karena sebagian besar masih mengikuti keinginan atau bukan berlandaskan pada kebutuhan.

"Seperti kebanyakan yang dilakukan, uang hari ini dihabiskan hari ini. Padahal yang seharusnya, uang hari ini adalah sebagian uang yang akan digunakan pada masa mendatang," kata dia. kbc10

Bagikan artikel ini: