Gunakan BBG, kendaraan umum dijanjikan insentif fiskal

Jum'at, 28 November 2014 | 07:23 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana memberikan insentif bagi angkutan umum yang menggunakan bahan bakar gas (BBG), seperti pembebasan pajak kendaraan bermotor (PKB) selama tiga atau lima tahun dan bea masuk kendaraan.

Pemberian insentif tersebut diharapkan mampu mendorong realisasi program konversi bahan bakar minyak ( BBM) ke BBG sehingga konsumsi BBM bisa ditekan.

“Saya usulkan ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan ketua Dewan Energi Nasional. Setelah itu, kami bahas yang lebih konkret bahwa kebijakan untuk transportasi umum harus faktual diterapkan di lapangan, yaitu ada insentif fiskal. Kalau dibikin regulasi saja, di pasar tidak bisa diterapkan, ya percuma,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan di Jakarta, Rabu (26/11/2014).

Kemenhub siap memberikan opsi untuk membebaskan bea masuk bagi kendaraan yang memiliki dua sistem pengisian bahan bakar baik BBM maupun BBG. Rencana itu diusulkan ke Kementerian Keuangan untuk diterapkan pada tahun depan.

“Kami targetkan dengan Kemenkeu, mobil murah harus pakai dua tangki, jadi ada yang menggunakan BBM dan BBG,” ujar dia. kbc10

Bagikan artikel ini: