Vakum 6 bulan, Gobel cabut izin 24 importir ponsel dan komputer

Kamis, 11 Desember 2014 | 09:30 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel mencabut izin Importir Terdaftar (IT) terhadap 24 importir produk Telepon Seluler (Ponsel), Komputer genggam dan komputer tablet.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Partogi Pangaribuan mengatakan, pencabutan izin IT terhadap 24 importir tersebut dengan alasan tidak melakukan kegiatan impor selama 6 bulan berturut-turut.

"Sesuai dengan Permendag nomor 82 tahun 2012 pasal 17 c, bahwa bila importir yang tidak melakukan kegiatan impor selama 6 bulan berturut-turut maka izinnya harus dicabut. Aturannya bilang begitu dan itu harus dijalankan," kata Partogi di Gedung Kemendag, Jakarta, Rabu (10/12/2014).

Ia menjelaskan alasan pihaknya baru mengambil tindakan saat ini, padahal peraturan menteri perdagangan yang menjadi acuan terbit telah tahun 2012.

"Karena SK-nya (Surat Keputusan Pencabutan dari Mendag Rachmat Gobel) baru turun. Jadi kita baru bisa melakukan pencabutan," kata Partogi.

Dengan pencabutan ini, maka hanya tersisa 76 importir pemegang IT yang masih aktif sebagai importir Telepon Seluler (Ponsel), Komputer genggam dan komputer tablet. "Jumlah IT kita yang di telepon genggam, komputer genggam dan komputer tablet ada 100. Dicabut 24, jadi tinggal 76," jelasnya.

Partogi mengatakan, pencabutan izin merupakan upaya Kemendag untuk mendorong penegakan hukum di sektor perdagangan. Ia pun menjelaskan, ada beberapa alasan mengapa para importir ini tidak melakukan kegiatan impor meskipun telah memperoleh IT dari kemendag.

"Ada yang mungkin merasa tidak punya keuangan yang cukup, karena kami mensyaratkan Importir harus membangun pabrik setelah 3 tahun melakukan impor. Mungkin banyak yang mundur karena merasa nggak sanggup," tuturnya.

Selain itu, ada pemegang IT yang tidak memperoleh Surat Persetujuan Impor (SPI) dari Kementerian Perindustrian. "Bisa juga karena nggak dapat SPI karena ada syarat-syarat yang nggak bisa dipenuhi. Makanya mereka nggak bisa melakukan impornya," pungkas Partogi. kbc10

Berikut daftar 24 importir yang dicabut IT-nya:

PT Data Citra Mandiri

PT Menghantara Multimedia Sokusindo

PT Vista Telesindo Prakarsa

PT Megah Abadi Sakti

PT Gvon Nusantara

PT Fujitsu Indonesia

PT Immotech Indonesia

PT Venus Inti Jaya

PT Erasa Mandiri Teknosis

PT Pelangimas Indonesia

PT Acer Manufacturing Indonesia

PT Tocall Seluler Indonesia

PT Artha Comfortindo Perkasa

CV Ilufa Electronic Indonesia

PT Maju Jaya Prima

PT Indomac Bhakti Karya

PT Wisma Inkopad Indonesia

PT Triguna Perkasa Jaya

CV Selaras Inti Persada

PT Oaktech Nusantara

PT Indonesia Timbangan Digital

PT Garuda Tronic Nusantara

PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia

PT Cahaya Indolestari

Bagikan artikel ini: