Perbankan RI dinilai masih pelit dalam beriklan

Selasa, 23 Desember 2014 | 19:48 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Di tengah masih rendahnya kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap perbankan, ternyata tidak banyak informasi yang disampaikan kalangan perbankan ke masyarakat.

Lembaga survei Nielsen bahkan mencatat dunia perbankan nasional masih pelit dalam berbelanja iklan. Perbankan seharusnya lebih meningkatkan informasi dan citra kepada masyarakat.

Director of Banking and Financial Service Industry Nielsen Indonesia, Dena Firmayuansyah mengungkapkan, belanja iklan perbankan masih sangat rendah dibanding industri lainnya atau sekitar Rp 1,55 triliun. Menurutnya, pelaku perbankan harus lebih efektif dalam beriklan.

"Pelaku industri perbankan perlu memahami motif-motif yang mendorong konsumen untuk memilih bank, memilih motif mana yang menjadi prioritas dan menjadikannya pesan dalam iklan-iklan mereka. Dengan kata lain, bank perlu membangun brand promise mereka," kata Dena di Jakarta, Selasa (22/12/2014).

Dena membeberkan, setiap perbankan sebaiknya memegang tiga kunci pesan utama. Pertama, untuk menciptakan keinginan pasar. Artinya, perbankan mesti mempunyai reputasi yang baik, memiliki banyak kantor cabang dan biaya administrasi yang murah.

Selanjutnya, untuk mengikat loyalitas nasabah. Menurut dia, perbankan diwajibkan memegang tiga pendorong utama, yakni biaya transaksi yang murah, ATM di lokasi strategis dan pelayanan cepat.

Terakhir, kata Dena, untuk memicu Word of Mouth. Pelaku usahan perbankan harus berikan pelayanan yang ramah dan inovasi untuk memudahkan nasabah.

Pihaknya juga menyarankan para perbankan memegang strategi pasar. Untuk itu, pihaknya menyarankan agar perbankan lebih gencar melakukan iklan di televisi.

"Sekitar 96 persen orang Indonesia ke televisi. Seharusnya melakukan iklan di televisi," terangnya. kbc10

Bagikan artikel ini: