JK minta capital gain emiten diinvestasikan di dalam negeri

Rabu, 31 Desember 2014 | 10:04 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia kembali menginvestasikan capital gain yang mereka peroleh untuk membangun industri di dalam negeri.

Hal itu dinyatakan JK dalam sambutan penutupan perdagangan di BEI, Selasa (30/12/2014). "Saya meminta emiten yang ada di sini tentu harus bekerja keras adanya suatu upaya lebih tinggi lagi investasinya. Jangan capital gain-nya dipakai lagi investasinya di luar. Itu intinya," tegas JK.

Dalam penutupan perdagangan saham tahun ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 5.226,95 atau menguat 0,94% sepanjang perdagangan Selasa (30/12). IHSG menguat 22,29% dibandingkan posisi penutupan perdagangan tahun lalu 4.274,18.

JK mengimbau agar emiten-emiten BEI tidak menyimpan modal yang diperoleh dari pasar saham Indonesia di perbankan atau lembaga keuangan di Singapura dan Hong Kong.

Aliran investasi di dalam negeri, lanjut JK, akan menciptakan lapangan pekerjaan yang mendorong pemerataan kesejahteraan di Indonesia. Hal tersebut diyakini menimbulkan stabilitas ekonomi, sehingga Indonesia terhidar dari konflik sosial.

"Marilah kembali menginvestasikannya di negeri ini agar timbul pertumbuhan yang baru. Yang dapat menyebabkan kesejahteraan umum. Akibatnya akan memberikan harpaan baru, indeks akan naik terus," tuturnya.

Perusahaan yang hendak go publik dinilai JK harus merealisasikan belanja modal dan investasi seperti yang direncanakan. Kalla tidak ingin dana IPO yang diserap dari investor saham tidak memberikan multiplier efek terhadap perekonomian domestik.

Wapres juga menggarisbawahi tentang pertumbuhan IHSG sebesar 22% jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,5%. Hal tersebut dinilai sebagai indikasi peningkatan pendapatan orang kaya lebih tinggi dari rata-rata nasional.

"Jadi jangan pula nanti akibat pasar modal yang gross-nya lebih tinggi menimbulkan gap yang besar. Artinya jangan melihat kualitas saham itu hanya dari berapa indeks hari ini, tetapi berapa produktivitasnya hari ini juga harus menjadi perhatian dari emiten itu," katanya.

JK menambahkan, pasar modal sama pentingnya dengan pasar Tanah Abang, Senen, dan Klewer. Untuk itu, indeks di pasar-pasar tersebut harus sama.

"Kalau ini lebih tinggi, bangsa ini menjadi tidak adil dan tidak adilnya suatu bangsa akhirnya bisa hancur semuanya," pungkas JK. kbc10

Bagikan artikel ini: