Ekspor permata jeblok, total ekpor Jatim November turun 13,72%

Minggu, 4 Januari 2015 | 18:51 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kinerja ekspor Jatim selama November 2014 tercatat mengalami penurunan sebesar 13,72% menjadi US$ 1,389 miliar dibandingkan ekspor bulan Oktober 2014 yang tercatat mencapai US $ 1,610 miliar.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat penurunan ini dipengaruhi penurunan komoditas ekspor utama salah satunya perhiasan dan permata.

Kepala BPS Jatim, Sairi Hasbullah, mengatakan selama bulan November 2014 ekspor non migas Jatim didominasi oleh perhiasan/permata dengan nilai US$ 148,44 juta, diikuti lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US $ 147,42 juta, ikan dan udang US $ 92,99 juta, kayu, dan barang dari kayu US $ 87,10 juta, dan bahan kimia organik sebesar US $ 86,20 juta.

"Perhiasan/permata mengalami penurunan permintaan dari konsumen tradisional kita seperti dari Jepang dan Australia. Penurunan ini mempengaruhi kinerja ekspor secara keseluruhan," ujarnya kepada wartawan, akhir pekan lalu.

Meski secara bulanan mengalami penurunan, secara kumulatif, nilai ekspor selama Januari – November 2014 mencapai US$ 17,209 miliar atau naik 22,88% dibanding ekspor periode yang sama tahun 2013 yang mencapai US$ 14,005 miliar.

Selama Januari-November 2014 ekspor migas Jatim mencapai US$ 705,90 juta atau naik 81,04% dibanding ekspor migas periode yang sama tahun 2013 yang mencapai US $ 389,92 juta.sedangkan Ekspor non migas Jatim selama 11 bulan tahun lalu tercatat mencapai US $ 16,503 miliar atau naik sebesar 21,21% dibanding ekspor non migas periode yang sama tahun 2013 yang mencapai US$ 13,615 miliar. kbc8

Bagikan artikel ini: