New Balance tantang Nike dan Adidas di persaingan apparel sepak bola

Sabtu, 7 Februari 2015 | 09:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Selama ini penggemar sepak bola dunia lebih mengenal Nike dan Adidas sebagai perusahaan perlengkapan olahraga, khususnya di ajang turnamen sepak bola. Namun kini dominasi kedua perusahaan mulai ditantang oleh brand baru. Pendatang baru itu berangkat dari Liga Primer Inggris (EPL) melalui Liverpool.

Seperti dikutip dari laman Forbes, Jumat (6/2/2015), adalah penggawa Arsenal, Aaron Ramsey yang bisa dibilang menjadi penanda awal hadirnya pesaing asal Boston, Amerika Serikat.  Sejak November 2014, Ramsey, kelahiran Wales 26 Desember 1990 itu, mengenakan sepatu bola berwarna putih. Karuan saja, sepatu itu mengundang pertanyaan banyak orang soal mereknya. Tak lama kemudian ada garis-garis hitam seperti huruf "N" di sepatu putih tersebut. Nah, banyak orang mulai menduga-duga sepatu itu buatan New Balance. Hanya saja sampai saat itu New Balance belum pernah mengeluarkan produk untuk sepak bola.

Teka-teki sepatu Ramsey akhirnya terjawab pada 4 Februari 2015. Sepatu putih itu memang buatan New Balance. Jadilah, New Balance memperkenalkan diri  masuk ke bisnis sepak bola, menantang Adidas dan Nike yang sudah lebih dulu bermain di sana.

 

Upaya New Balance bermain di pasar sepak bola sebenarnya sudah dimulai sejak tiga tahun lalu. Namun, New Balance bergerak melalui Warrior, anak usahanya. Saat ini, kostum merek Warrior digunakan Liverpool, Stoke City, Sevilla, dan Porto.

Ternyata menggaet Liverpool dengan nilai kontrak US$40 juta per tahun sangat menguntungkan Warrior. Pasalnya, Liverpool, klub berjulukan The Reds memiliki suporter sangat banyak.

Divisi sepak bola memang baru menyumbang sejumlah kecil ke total pemasukan New Balance pada 2014, yang mencapai US$3,3 miliar. Kendati demikian, para petinggi produsen sepatu lari itu melihat potensi besar sepak bola di masa depan. "Kami ingin membawanya ke tingkat selanjutnya," kata Joe Preston, Product Executive New Balance.

Masuk akal bahwa Preston dan New Balance tergiur dengan bisnis di sepak bola. Soalnya, pada 2014, Adidas mencatat pemasukan US$2,7 miliar dan Nike US$2,3 miliar hanya dari bisnisnya di sepak bola. Pada tahun sebelumnya, catatan pemasukan menunjukkan Adidas meraup US$2,4 miliar  dan Nike mengisi pundi-pundinya hingga US$1,9 miliar untuk Nike. Fakta ini menunjukkan potensi pertumbuhan di bisnis sepak bola masih terbuka lebar. kbc10

Bagikan artikel ini: