Sekelompok hacker sukses gasak Rp12 triliun dari bank di 30 negara

Rabu, 18 Februari 2015 | 12:58 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Semakin maju perkembangan teknologi, kian canggih saja modus kejahatan yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi tersebut. Kini kita sering mendengar maraknya kejahatan teknologi, mulai pencurian data, pemblokiran website resmi suatu perusahaan atau individu, hingga pembobolan rekening.

Kali ini, seperti dilansir dari HuffingtonPost, Senin (16/2/2015), sekelompok pembajak ulung telah berhasil membobol lebih dari 100 bank yang ada di 30 negara di kawasan Asia, Eropa, Afrika dan juga Amerika, dengan jumlah uang yang dicuri mencapai US$1 mliar atau sekitar Rp12 triliun. 

Sebuah badan keamanan Kasperky Lab yang bermarkas di Rusia telah berhasil mengungkap modus operandi yang dilakukan oleh para pencuri ini meski hingga saat ini belum terdeteksi keberadaan para pembajak tersebut.

Jika beberapa waktu lalu seorang bintang musik pop kelas dunia dan juga maskapai bertaraf internasional terkena pembajakan untuk merusak citra dan nama baik yang mereka miliki. Maka berbeda dengan kasus kali ini Jerukers, karena diduga para pembajak melakukan tindak pencurian ini dengan tujuan untuk memperoleh kekayaan, bukan sekedar popularitas atau perhatian dari seluruh dunia. Hal ini pun diungkapkan oleh peneliti utama keamanan Kasperky Lab dalam pernyataan beberapa waktu yang lalu.

"Dalam hal ini merekan tidak tertarik pada informasi. Mereka hanya tertarik pada uang," ungkap Vicente Diaz selaku peneliti utama keamanan Kasperky dalam sebuah wawancara bersama The Associated Press.

Selain itu, masih dari sumber yang sama diketahui pula bahwa kawanan pembajak ini telah beroperasi sejak tahun 2013 silam. Tindakan mereka yang tidak terdeteksi aparat hukum ini karena kelompok pencuri ini begitu ahli dan juga sangat terkoordinir dalam menentukan target sasarannya dan juga dalam melakukan aksi penggasakan dana dari bank-bank di seluruh dunia. 

Menjarah hampir seluruh bagian dunia, kawanan pembajak ini mengambil sekitar US$10 juta dari masing-masing bank atau senilai Rp 125 miliar. Pola pencurian yang berhasil Kasperky Lab rangkum adalah para pembajak ini mengawalinya dengan mencuri akses rahasia yang dimiliki oleh suatu bank, kemudian membobol jaringan internalnya, dan berujung pada pengalihan dana ke rekening para pembajak tersebut.

Nah, berangkat dari sini, bisa dijadikan pelajaran agar kita lebih waspada dan juga bijak dalam menggunakan kemampuan internet. kbc10

Bagikan artikel ini: