Jalin hubungan dengan media secara berkelanjutan

Rabu, 25 Maret 2015 | 22:12 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Keberadaan media di masa saat ini dinilai cukup penting sebagai salah satu acuan dalam mengambil keputusan maupun menaikkan corporate image. Media juga bisa berfungsi sebagai penyedia dan pemberi informasi melalui berberapa channel diantaranya adalah seperti televisi, surat kabar, radio, majalah, dan internet.

Di sisi lain, positifnya pertumbuhan industri perhotelan tak lepas dari peranan media massa. Informasi mengenai pertumbuhan ekonomi sebuah daerah memacu pertumbuhan hotel di daerah tersebut. Di Surabaya sendiri, industri perhotelan merupakan salah satu faktor pendukung perekonomian. Tak heran jika akhirnya berdasarkan data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, 100 hotel dibangun Kota Pahlawan dalam kurun waktu 4 tahun.

Untuk itu, diperlukan kreatifitas pelaku industri perhotelan dalam mempromosikan propertinya. Disini peranan media massa sangatlah penting, dalam memberitakan maupun mempromosikan sebuah properti hotel. Bagaimana memanfaatkan media massa dibahas dalam *“Seminar Jurnalistik : Peran Serta Media Terhadap Perkembangan Industri Perhotelan”*yang diselenggarakan Forum Komunikasi Hotel Media Jatim.

Ketua Panitia, Dviyottama Dewamurti Poerwadi mengatakan, dalam pertemuan kedua FKHM yang digelar Selasa (24/3/2015) tersebut, sengaja menghadirkan 4 pembicara dari media massa yang kompeten di bidangnya, yaitu Direktur Pemberitaan dan Produksi JTV, Imam Syafi’i. Wakil Komisariskabarbisnis.com, Lutfil Hakim. Direktur Eksekutif The Jakarta Post, Riyadi Suparno dan Dirut Suara Surabaya Media, Errol Jonathan.

“Dalam seminar ini para pembicara memberikan update mengenai perkembangan media secara global serta memberikan informasi bahan pemberitaan yang dibutuhkan oleh media,” katanya.

Pada sesi pertama, tampil dua pembicara yaitu Errol Jonathan yang menguraikan perkembangan media radio dimas kekinian. Setelah itu disambung dengan Riyadi Suparno yang menitikberatkan penjelasan pada media cetak. Menurut Errol, radio masa kini telah bertransformasi menjadi radio 2.0 yang mana akan memenuhi kebutuhan pendengar dalam berbagai macam media. Radio, selain di dengar langsung, namun nantinya akan bisa menampilkan visualisasi siarannya. Baik itu melalui perangkat elektronik, juga melalui website.

Sedang Riyadi menjelaskan tentang perkembangan media cetak di Indonesia. Dia mengatakan bahwa, pertumbuhan media cetak nasional tetap mengalami pertumbuhan, namun tidak sebanyak pertumbuhan media cetak di daerah. Hal ini juga dikarenakan semakin pesatnya pertumbuhan media online yang di dalamnya termasuk media sosial dan televisi.

Sementara Lutfil Hakim yang mewakili kabarbisnis.com, menekankan bahwa fungsi humas/PR hotel harus memiliki keahlian komunikasi dalam mengatasi krisis manajemen. Humas harus jeli dalam melihat rentetan peristiwa yang terjadi di sekitar, terutama yang berhubungan dengan propertinya. Semua ini, dapat diinformasikan secara cepat dan berulang-ulang melalui media online. 

Dan pembicara ke empat, Imam Syafi’i yang mewakili dunia pertelevisian, mengatakan ada 5 hal kunci sukses dalam menjalin hubungan antara hotel dan media. Pertama, jangan menghubungi media saat butuh saja. Selanjutya, hendaknya menjalin hubungan itu dilakukan secara berkesinambungan. Yang ketiga, bangun jaringan dengan media seluas luasnya. Yang ke empat, jangan membangun hubungan itu semata-mata dalam hal bisnis. Namun juga pada

aspek lain, misalnya bidang humanis. Dan yang terakhir, hendaknya dapat membangun kerjasama yang kreatif. Gali ide-ide baru yang seyogyanya belum pernah dilakukan sebelumnya.

Acara yang diikuti 75 perwakilan hotel se-Surabaya dan beberapa kota seperti Malang juga Kediri ini berlangsung di Ballroom Sheraton Hotel Surabaya & Towers dengan moderator Iman Dwi Hartanto dan Etty Soraya. Juga dihadiri 25 tamu undangan dari beberapa institusi dan komunitas. kbc7

Bagikan artikel ini: