Harga lebih mahal, Harley Davidson tutup pabrik perakitan di RI

Kamis, 16 April 2015 | 07:18 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Harley Davidson memilih untuk menutup pabrik perakitannya di Indonesia, di Pulo Gadung, Jakarta Timur, sejak akhir tahun 2014 lalu. Tingginya biaya operasional serta proses yang lama menjadi alasan penutupan oleh pabrikan motor premium asal Amerika Serikat ini.

"Kami mengikuti kebutuhan konsumen, kalau dengan impor Completely Knocked Down (CKD) memakan waktu lebih lama, kalau Completely Build Up (CBU) lebih cepat," ujar Djonnie Rahmat, Direktur Utama PT Mabua Motor Indonesia, agen tunggal pemegang merk Harley Davidsondi Indonesia, di Jakarta, Rabu (15/4/2015).

Menurut Djonnie, proses perakitan di dalam negeri lebih lama dan biaya tinggi hingga tidak lagi menarik konsumen di Indonesia.

Djonnie menambahkan, lesunya pasar otomotif di dalam negeri juga menjadi salah satu pengaruh penutupan pabrik perakitan.

Diakuinya, tidak ada pemutusan hubungan kerja terhadap para karyawannya, tapi mengalihkan mereka ke divisi baru, yakni mobile services yang ada di beberapa daerah seperti Pekanbaru dan Palembang.

Soal kemungkinan pabrik itu dibuka kembali, menurut Djonnie tergantung pada kondisi perekonomian dan bisnis dalam negeri. kbc10

Bagikan artikel ini: