Lirik potensi Jatim, pengusaha Brunai Darussalam kunjungi Kadin

Rabu, 6 Mei 2015 | 20:32 WIB ET
(KB/Purna Budi Nugraha)
(KB/Purna Budi Nugraha)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Sebanyak 37 pengusaha asal Brunai Darussalam melakukan pertemuan bisnis dengan pengusaha Jawa Timur di Graha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim. Ada sekitar 60 pengusaha dari Jatim yang ikut serta menawarkan berbagai produk unggulan Jatim dalam pertemuan tersebut.

Ke 37 pengusaha dari 18 perusahaan asal Brunai Darussalam tersebut melakukan temu bisnis dengan 60 pengusaha UKM Jatim di sektor pariwisata, travel, makanan dan minuman, barang kebutuhan rumah tangga, kulit dan produk dari kulit, tekstil dan produknya, fasion dan asessoris, carf, tenaga kerja terampil, forwarding agent dan transportasi, sera perdagangan.

Minister Counsellor at the Embassy of the Republic of Indonesia to Brunai Darussalam, Rudhito Widagdo mengatakan kunjungan ke Kadin Jatim ini dilakukan disela menghadiri undangan Pemerintah Provinsi Jatim untuk menghadiri even Majapahit Travel Fair 2015. Langkah ini ditujukan untuk membangun networking bisnis dengan pengusaha yang ada di Jatim. Ada beberapa sektor yang bisa dilakukan kerjasama, mulai dari sektor perdagangan, hingga pertukaran tenaga kerja.

"Pengusaha Brunai Darussalam ini

Ingin melihat perkembangan kinerja ekonomi Jatim. Apa saja produk yang potensial dan bisa dikerjasamakan dengan Brunai Darussalam. Karena 14% gross domestic product (GDP) Brunai untuk konsumsi. Sementara produk konsumsi tersebut hampir semuanya impor. Dan disini produksnya ada yang lebih baik dari yang diimpor biasanya, seperti krupuk dan terasi Sidoarjo," kata Rudhito Widagdo di Graha Kadin Jatim, Rabu (6/5/2015).

Ia berharap, pertemuan ini bisa menjembatani antar kedua belah pihak di masa mendatang dan menghasilkan kesepakatan yang kongkrit. Karena bisnis antar negara memerlukan proses yang panjang.

"Jadi, dari pertemuan ini kami berharap antinya akan ada tindak lanjut. Sehingga Indonesia, khususnya Jatim bisa meningkatkan kinerja ekspornya ke Brunai Darussalam. Untuk itu, besok, saat kami mengadakan pameran tunggal produk Indonesia pada bulan Agustus 2015, kami menyiapkan lima both khusus untuk produk Jatim," katanya.

Apalagi selama ini neraca perdagangan Indonesia dengan Brunai Darussalam  selalu devisit karena terlalu besar melakukan impor minyak, BBM dan gas metanol.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Bidang UMKM Kadin Jatim, M Rizal mengatakan bahwa moment ini harus dimanfaatkan oleh pengusaha Jatim dengan sebaik mungkin. Karena ini adalah ajang pemasaran produk Jatim, khususnya UMKM ke luar negeri. Dengan demikian, maka kinerja akan terdongkrak, terlebih akhir tahun ini perjanjian Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sudah mulai diberlakukan.

Tahun ini, ujarnya, UMKM mengalami berbagai tekanan,  mulai dari persoalan pilpres, UMR yang tinggi yang setiap tahun dinaikkan, hingga kenaikan BBM dan listrik. Apalagi harga BBM dikabarkan akan mengalami flooting.  Sehingga pengusaha UMKM menjadi ragu untuk berbisnis, karena biasanya untuk menentukan strategi harga dari harga BBM. Dampaknya, kinerjanya di triwulan I/2015 melambat dan cenderung turun.

"Walaupun demikian, kami tidak mau berpangku tangan. Kami terus bergerak membuka peluang pasar. Kemarin kami melakukan pertemuan dengan pengusaha dari Inggris, sekarang dengan pengusaha dari Brunai. Kami berharap, langkah ini akan memacu kinerja UMKM sehingga mengalami pertumbuhan signifikan," katanya.

Selain menawarkan hasil produksi, pengusaha UMKM Jatim juga menawarkan investasi untuk membangun industri kecil kepada pengusaha asal Brunai dengan harapan market akan menjadi semakin besar.  "Mereka sangat antusias, sebab investasi tidak terlalu besar dan kultur juga tidak berbeda," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: