Wow! Pertumbuhan orang berduit RI di atas rata-rata

Senin, 11 Mei 2015 | 08:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pengelolaan pajak bagi high wealth individual (HWI) memang menjadi tantangan tersendiri bagi setiap negara, termasuk Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari penerimaan PPh OP sepanjang triwulan pertama 2015 yang masih lebih rendah dari pendapatan PPh Badan.

Inside Tax menilai, penerimaan pajak dari HWI tampaknya belum optimal. Padahal, hasil penelitian yang dilaporkan dalam Asia-Pacific Report 2014 menunjukkan, peningkatan jumlah populasi dan kekayaan HWI dari berbagai negara di Asia, salah satunya Indonesia.

"Dalam laporan ini digambarkan bahwa populasi dan kekayaan HWI di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahun mulai dari 2008 hingga 2013," tulis Inside Tax dalam laporannya, Sabtu (9/5/2015).

Laporan tersebut juga mencantumkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki pertumbuhan populasi HWI di atas rata-rata selain Taiwan, Thailand, Tiongkok, dan Hong Kong.

"Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa potensi penerimaan pajak dari HWI di Indonesia masih dapat digali lebih dalam karena populasi dan kekayaan HWI yang terus meningkat," tambah laporan tersebut.

Sayangnya, metode pengawasan HWI dan entitas saat ini belum tereintegrasi. Artinya, pengawasan masih dikelola secara terpisah ternyata memiliki beberapa kekurangan.

Pertama, otoritas pajak tidak dapat memperoleh gambaran yang lengkap tentang performa HWI, misalnya performa keuangan individu HWI menunjukkan penurunan, sedangkan performa keuangan entitas yang dikendalikan oleh HWI tersebut menunjukkan sebaliknya.

Kedua, sebagai konsekuensinya, otoritas pajak tersebut tidak memperoleh data HWI secara akurat untuk menilai tingkat risiko masing-masing individu. Dalam hal ini, menilai tingkat risiko tidak hanya membutuhkan data keuangan mengenai individu HWI saja, melainkan juga data entitas terkait.

"Penilaian tingkat risiko tersebut penting bagi otoritas pajak dalam membangun strategi untuk mengatasi praktik perencanaan pajak agresif HWI yang sering melibatkan entitasnya," jelas laporan tersebut. kbc10

Bagikan artikel ini: