Tambah produksi metallizer, Trias Sentosa siapkan Rp50 miliar

Rabu, 13 Mei 2015 | 22:52 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Ketatnya persaingan di pasar ditambah terus menguatnya kurs dolar Amerika Serikat (AS) membuat produsen plastik film PT Trias Sentosa Tbk memutar otak agar kinerjanya tidak jeblok.

Salah satunya adalah dengan meningkatkan kapasitas produksi untuk produk yang dianggap memiliki nilai tambah, yakni plastik berpelapis metal (metallizer).

Menurut Presiden Direktur Trias Sentosa, Sugeng Kurniawan, meski secara volume produksi metallizer masih kecil komposisinya dibanding total produksi perseroan, namun dari sisi penjualan, kontribusi produk ini tidak bisa diremehkan.

"Kapasitas produksi metallizer masih kecil, namun jika dinilai dari penjualan, kontribusinya cukup besar. Makanya kita terus menambah kapasitas metallizer, karena memang pasarnya juga potensial," kata Sugeng usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan di Surabaya, Raabu (13/5/2015).

Saat ini, perusahaan berbasis di Sidoarjo ini memiliki 5 lini mesin metallizer dengan kapasitas 12.500 ton per tahun. Dengan penambahan 1 lini mesin sejenis, maka kapasitas produksi terpasang akan menjadi 15.000 ton per tahun.

Untuk ekspansi mesin ini, lanjut Sugeng, perseroan telah menyiapkan dana investasi senilaii Rp 50 miliar. “Saat ini commissioning dan bulan depan sudah bisa berproduksi,” ujarnya.

Secara keseluruhan, saat ini Trias Sentosa memiliki kapasitas produksi terpasang plastik film dasar 100.000 ton per tahun dengan realisasi produksi 70.000 ton di dalam negeri dan 10.000 ton dari pabrik di China. 

Penambahan kapasitas produksi juga dilakukan perseroan di tahun 2014 lalu terhadap produksi BOPP, yakni sebesar 3.500 ton per tahun. Penambahan mesin ini turut mendorong peningkatan penjualan perseroan sepanjang 2014 sebesar 23,3% dibanding penjualan di tahun sebelumnya.

"Meski tahun lalu adalah tahun politik ditambah lagi dengan penurunan harga minyak dunia serta berbagai kebijakan yang menghantam sektor industri, namun perseroan masih membukukan pertumbuhan laba sebesar 14,1% di tahun lalu menjadi sebesar Rp 252,8 miliar," beber Sugeng yang menyebut bahwa dalam RUPST tersebut juga menyetujui adanya pembagian dividen sebesar Rp 14,040 miliar atau senilai Rp 5 per lembar saham. kbc7

Bagikan artikel ini: