Siloam berambisi tambah enam rumah sakit baru di 2015

Rabu, 20 Mei 2015 | 07:54 WIB ET

TANGERANG, kabarbisnis.com: PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) akan segera menambah enam rumah sakit baru di tahun ini. Dengan tambahan ini diharapkan hingga akhir tahun 2017 mendatang, SILO sudah bisa mengoperasikan 50 rumah sakit yang tersebar di 25 kota di Indonesia.

Direktur SILO Anang Prayudi mengatakan, saat ini, SILO sudah mengoperasikan 20 rumah sakit. Sebanyak 30 rumah sakit baru lainnya akan digenjot dalam tiga tahun. SILO cukup optimis kalau target agresif ini bisa tercapai. Pasalnya, perseroan sudah menyiapkan 24 lokasi strategis untuk rumah sakit baru. Dari jumlah itu, sekitar 12 unit rumah sakit sudah dalam tahap konstruksi. Sementara SILO menargetkan akan mengakuisisi enam rumah sakit baru dalam jangka waktu tiga tahun ke depan.

Untuk tahun ini saja, perseroan akan membangun empat rumah sakit baru di Yogyakarta, Labuan Bajo, Bau-Bau, dan Jember. Nilai investasi untuk tiap rumah sakit berkisar US$ 25 juta. Itu artinya, anggaran yang harus disiapkan SILO sekitar US$ 100 juta. "Namun, nilai investasi itu sudah termasuk tanah yang disewa dari induk kami, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)," ujarnya, di Tangerang, Selasa (19/5/2015).

Lalu, tahun ini SILO juga membidik akuisisi dua rumah sakit, dengan anggaran belanja yang disiapkan mencapai Rp 250 miliar. Rencananya, lokasi yang dibidik berada di Jawa dan Kalimantan. Dengan begitu, tahun ini saja, SILO akan mendapat tambahan enam rumah sakit baru. "Setiap tahun kami membidik akuisisi dua rumah sakit. Jadi akan ada enam rumah sakit hasil akuisisi sampai tahun 2017," ujarnya.

SILO juga mempersiapkan diri untuk membangun rumah sakit di wilayah lain seperti Bogor, Sorong, Ambon, Lubuk Linggau, Panakukang, Bandung, Bangka, dan Semarang. Jumlah tempat tidur pun akan bertambah dari 4.400 menjadi 10.000 tempat tidur pada tahun 2017 mendatang.

Untuk pendanaan, SILO menyiapkan diri menjaring dana dari pasar modal dan membidik pinjaman baru. Di luar dana pembangunan rumah sakit baru, SILO menyiapkan modal kerja sebesar Rp 100 miliar hingga Rp 150 miliar tahun ini. Jumlah itu setara 2% dari estimasi pendapatan operasional perseroan.

Direktur Keuangan SILO, Richard Setiadi mengatakan, belanja modal itu akan digunakan untuk peningkatan kapasitas tempat tidur rumah sakit yang sudah ada dan penambahan peralatan medis.

Tahun ini, SILO menargetkan kenaikan pendapatan sebesar 47% year on year menjadi Rp 4,9 triliun. Sementara EBITDA ditargetkan melonjak hingga 86% menjadi Rp 868 miliar. kbc10

Bagikan artikel ini: