Harga mobil second terus melambung

Rabu, 25 Februari 2009 | 13:33 WIB ET

SURABAYA: Minimnya stok mobil second membuat harga mobil ini terus melambung. Jika di awal 2009 harga mobil second telah mengalami kenaikan sekitar 5%, maka pada Maret diperkirakan kembali naik sekitar 5% hingga 10% akibat minimnya stok.

Owner Mobil 77, Robert Santoso mengatakan minimnya stok mobil second ini dipicu meningkatnya harga jual mobil baru. Karena biasanya pemilik mobil lama menahan diri untuk menjualnya. Akibatnya, mau tidak mau harga mobil bekas akan mengikuti fluktuasi harga jual mobil baru.

”Kalau harga mobil baru naik, bisa dipastikan harga mobil bekas akan mengikuti. Karena kenaikan harga jual mobil baru ini akan menyebabkan minimnya stok mobil bekas,” kata Robert kepada kabarbisnis.com di Surabaya, Rabu (25/5).

Menurutnya, mobil second keluaran ATPM, kenaikannya sekitar 5%, sedangkan jenis complete built up (CBU) akan mengalami kenaikan lebih besar, yaitu sekitar 10% dari harga lama. ”Kenaikan mobil CBU memang besr, karena minimnya stok dan fluktuasi dolar. Sekarang kan nilai tukar Dolar AS mendekati Rp12.000.”

Meski terjadi kenaikan harga, tetapi Robert menyatakan jumlah unit yang terjual pada Januari 2009 ternyata mengalami kenaikan. ”Di bulan Januari, kami mampu menjual 15 unit, sementara di beberapa bulan sebelumnya lebih kecil dari jumlah tersebut.”

Krisis ekonomi, katanya, justru menjadi satu faktor pedukung meningkatnya penjualan unit mobil second. Sebab, biasanya konsumen akan lebih memilih membeli mobil lama dari pada mobil baru karena pertimbangan harga.

”Dan saya yakin, tren penjualan mobil second pada tahun ini akan terus meningkat. Bahkan saya prediksikan akan mengalami kenaikan di kisaran 10%,” katanya. (kb11/kb2)

Bagikan artikel ini: