Jatim perkuat hubungan bisnis dengan Chile

Rabu, 27 Mei 2015 | 15:24 WIB ET
(KB/Purna Budi Nugraha)
(KB/Purna Budi Nugraha)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Terbukanya akses bisnis dengan berbagai negara lain menjadi peluang tersendiri bagi Jawa Timur untuk meningkakan kinerja ekspor non migas, termasuk ke wilayah Amerika Selatan, khususnya Chile.

Direktur Amerika Selatan & Karibia Kementerian Luar Negeri RI, Mustofa Taufik Abdul Latif mengatakan bahwa Chile adalah salah satu negara bagian di Amerika Selatan yang cukup potensial untuk digarap, baik dari sisi investasi atapun perdagangannya. Hanya saja, masih belum banyak pengusaha yang berkonsentrasi untuk menggarapnya karena banyaknya hambatan yang ada. Padahal potensinya cukup besar. Sementara sejauh ini, Jatim selalu mengalami devisit dengan Chile.

"Memang ada beberapa hambatan, diantaranya adalah jarak yang cukup jauh. Dari Indonesia ke Chile, membutuhkan waktu minimal 24 jam. Selain itu, pengusaha Jatim juga kurang mengenal Chile," ujar Mustofa saat menghadiri temu pengusaha Jatim dan seminar dengan tema "Potensi dan Peluang Kerja sama Ekonomi dengan Chile dan Negara- negara Amerika Selatan dan Karibia"  dalam rangka 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia- Chile yang diselenggarakan di Graha Kadin Jatim, Surabaya, Rabu (27/5/2015).

Untuk itu, ujarnya, melalui acara yang ini Kementerian Luar Negeri berharap pengusaha Indonesia, khususnya Jatim dapat memahami dan mengenal kaakteristik dan potensi pasar Amerika Selatan khususnya Chile.

"Sehingga nantinya, kerjasama bisnis dengan Chile bisa ditingkatkan. Kami juga akan follow up kerjasama Jatim dengan Chile melalui Small Medium Enterprise atau SME yang akan dimulai pada Agustus besok. Kami juga mengusulkan diadakannya seminar di Chile untuk mengenalkan potensi Jatim sekaligus membawa serta pengusaha untuk melakukan bisnis meeting dengan pengusaha Chile," katanya.

Sementara itu, Assisten II Pemerintah Provinsi Jawa Ttimur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Hadi Prasetyo mengatakan, bahwa sejauh ini neraca perdagangan Jatim dengan Chile memang selalu devisit. Sehingga, Jatim masih memiliki peluang untuk terus menibgkatkan kinerja ekspor ke negara tersebut.

"Kita masih memiliki peluang untuk memperbesar ekspor kita ke Chile. Apalagi pak Mustofa sangat responsif dan langsung tanggap dengan keinginan kami untuk meningkatkan kinerja ekspor ke Chile," katta Hadi Prasetyo.

Data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim menunjukkan, sejak tahun 2010 hingga 2014, nilai ekspor Jatim ke Chile selalu dibawah nilai impor Jatim dari Chile. Pada tahun 2010, ekspor Jatim ke Chile mencapai US$ 11, 7 juta dan pada tahun 2011 menjadi US$ 10,49 juta. Di tahun 2012 naik menjadi US$ 12,47 juta, tahun 2013 menjadi US$ 13,93 juta dan di 2014 menjadi US$ 20,32 juta.

Sementara nilai impor Jatim dari Chile mencapai US$ 32,31 juta, di tahun 2011 menjadi US$ 35,84 juta, tahun 2012 menjadi US$ 37,09 juta dan di tahun 2013 menjadi US$ 37,76 juta. Sementara pada tahun 2014 nilai impor dari Chile kembali naik menjadi US$ 66,73 juta.

Adapun 10 komoditi utama ekspor non migas Jawa Timur ke Chile, diantaranya adalah kimia dasar, pulp dan kertas,   alat olah raga, musik, pendidikan dan mainan Aaak, alat-alat listrik, pengolahan kayu, ekstil, Kklit, barang dari kulit dan sepatu atau alas kaki, makanan dan minuman, keramik, marmer dan kaca.kbc6

Bagikan artikel ini: