Malaysia Airlines: Secara teknis kami bangkrut, PHK 20.000 staf

Rabu, 3 Juni 2015 | 07:21 WIB ET
(Istimewa)
(Istimewa)

JAKARTA, kabarbisnis.com: Malaysia Airlines benar-benar di ujung tanduk. Pasca hilangnya pesawat MH370 dan ditembak jatuhnya MH17 di atas wilayah Ukraina, kinerja mereka makin anjlok. Dua tragedi itu semakin menyulitkan langkah maskapai asal Malaysia tersebut untuk bangkit.

Chief Executive Officer Malaysia Airlines yang baru, Christoph Mueller, mengakui bahwa maskapai yang dipimpinnya sudah dalam kondisi bangkrut. "Secara teknis, kami sebenarnya telah bangkrut. Sesungguhnya kinerja dimulai jauh sebelum peristiwa tragis 2014," kata dia merujuk pada dua tragedi yang mengguncang industri penerbangan dunia itu, seperti dikutip dari BBC.

Mueller pun melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 20.000 karyawan. Dia menyodorkan kontrak baru kepada 14.000 di antara mereka, tentu saja dengan pengurangan sejumlah fasilitas.

Mueller memang dikenal sebagai sosok yang berperan memimpin maskapai yang hampir bangkrut,  Dia terlibat dalam penyelamatan Aer Lingus Irlandia dan Sabena milik perusahaan Belgia. Bahkan, Mueller mendapatkan julukan "The Terminator" karena melakukan pemutusan hubungan kerja masal di dua maskapai itu.

Di bawah Mueller, Malaysia Airlines dijanjikan akan dibangun dengan citra baru untuk melepaskan stigma dari tragedi 2014. Kini mereka memasang peranti yang memudahkan pelacakan pesawat mereka. Mueller juga menghitung ulang rute.

Bila langkah-langkah agresif itu berhasil dilakukan, Mueller yakin pada 2018 Malaysia Airlines sudah sehat. kbc10

Bagikan artikel ini: