Pasar lesu, Indospring genjot peluang ekspor

Kamis, 18 Juni 2015 | 08:09 WIB ET
(KB/Purna Budi Nugraha)
(KB/Purna Budi Nugraha)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Menurunnya pasar otomotif di Tanah Air membuat industri komponen di sektor ini mencari peluang strategis agar kinerjanya tidak terus merosot. Salah satunya dilakukan produsen komponen otomotif PT Indospring Tbk, yang memilih untuk menggenjot penjualan ekspor di tahun ini.

Ini dilakukan selain untuk memperkuat penetrasi pasar di masa mendatang, juga untuk menyiasati masih melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini.

Direktur Utama PT Indospring Tbk, Ikawati Nurhadi mengatakan, salah satu potensi pasar ekspor yang terus diperluas adalah Jepang. Negeri Sakura ini memang selama ini menjadi negara dengan industri otomotif terbesar dunia.

Dia bahkan telah mematok langkah ini diharapkan bisa mendongkrak komposisi penjualan ekspor perseroan di tahun ini menjadi sekitar 40% dari posisi saat ini sebesar 30%.

"Penjualan ekspor kita memang sekitar 90% ke Jepang. Dan potensi untuk meningkatkan penjualan ekspor ini salah satunya dengan kerja sama pengembangan teknologi antara perseroan dengan perusahaan Jepang," kata Ikawati usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan di Surabaya, Rabu (17/6/2015).

Sekadar diketahui, perseroan melalui anak perusahaan PT Indoprima Gemilang telah bekerja sama dengan perusahaan Jepang yakni Exedy Friction Material Co.Ltd membentuk perusahaan baru bernama PT Exedy Prima Indonesia dalam rangka pengembangan teknologi komponen otomotif. Produksi perdananya ditargetkan bisa dilakukan Agustus 2015 mendatang.

Selain menggarap pasar baru di Jepang, lanjut Ikawati, perseroan juga tengah melihat pasar ekspor baru seperti negara-negara di Afrika. Namun, pasar baru itu diperkirakan belum bisa tergarap tahun ini mengingat persaingan harga produk komponen otomotif kalah dengan produk luar negeri yang lebih murah.

Sementara berdasar laporan keuangan perseroan, penjualan Indospring sepanjang tahun 2014 sebesar Rp 1,86 triliun, naik 9,7% dibanding penjualan bersih pada 2013 yang sebesar Rp 1,7 triliun. Namun akibat melonjaknya biaya produksi perseroan seperti upah buruh, harga bahan baku, serta beban lain, membuat laba bersih perseroan turun dari Rp 147,6 miliar di tahun 2013 menjadi Rp 127,6 miliar pada 2014.

"Pada kuartal pertama 2015 penjualan perseroan mencapai Rp 425,9 miliar dengan laba bersih sebesar Rp 2,9 miliar. Hingga akhir tahun ini, perseroan menargetkan penjualan bersih sebesar Rp 1,73 triliun dan laba bersih sebesar Rp 27,1 miliar," ujar Ikawati.

PT Indospring Tbk bergerak dalam bidang industri spare parts kendaraan bermotor khususnya pegas, baik berupa pegas daun maupun pegas spiral yang di produksi dengan proses dingin maupun panas. Saat ini kapasitas produksi perseroan sebesar 6.000 ton/bulan. kbc7

Bagikan artikel ini: