Pendiri JNE meninggal dunia

Kamis, 25 Juni 2015 | 08:25 WIB ET

Jakarta, kabarbisnis.com: Pendiri dan pemimpin perusahaan logistik PT TIKI Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), H Soeprapto Suparno, meninggal dunia pada usia 91 tahun di rumah sakit VU Medisch Centrum Amsterdam, Belanda.

Berdasarkan siaran pers, Soeprapto menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 22.15 waktu setempat, Selasa 23 Juli 2015. Pendiri JNE itu meninggal setelah menjalani perawatan selama kurang lebih satu bulan.

Soeprapto yang merupakan pria kelahiran 7 Oktober 1934 di Bangka, Provinsi Bangka Belitung ini meninggalkan seorang istri, enam anak dan 12 orang cucu.

Semasa hidupnya, dia dikenal sebagai sosok bersahaja, senang berbagi kepada sesama, panutan sekaligus orang yang menanamkan prinsip-prinsip dalam budaya kerja seluruh karyawan JNE. Visi pria yang akrab disapa Pak Prapto ini, yaitu "Menyambung Silaturahim dan Mengantarkan Kebahagiaan".

JNE dibawanya menjadi salah satu perusahaan jasa logistik nasional terkemuka dan kini memiliki lebih dari 12 ribu karyawan di seluruh Indonesia.

Salah satu tindakan dan pemikirannya yang berpengaruh besar terhadap kemajuan perusahaan adalah dia tidak menjalankan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan saat Indonesia dilanda krisis moneter pada 1998.

Justru saat itu, Prapto memberikan instruksi kepada jajaran manajemen untuk mengajak orang-orang yang terkena PHK membuka gerai JNE atau menjadi agen.

Hal tersebut dilakukan dengan niat untuk membantu sesama agar tetap memiliki pendapatan bagi orang-orang yang kehilangan mata pencaharian.

Kini, JNE memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia dari kota-kota besar hingga ke pelosok dengan lebih dari 5 ribu gerai. kbc8

Bagikan artikel ini: