Home Credit incar pembiayaan Rp600 miliar

Kamis, 2 Juli 2015 | 10:02 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Home Credit Indonesia mematok target pembiayaan hingga Rp 600 miliar hingga akhir tahun. Chief Executive Officer PT Home Credit Indonesia, Jaroslav Gaisler mengatakan, penyaluran kredit saat ini sekitar Rp 40 miliar hingga Rp Rp 45 miliar per bulan.

Angka ini terus meningkat seiring permintaan pembiayaan dari masyarakat terhadap merek-merek gawai ternama. Bahkan pembiayaan untuk merek Samsung tumbuh empat kali lipat per Mei 2015. "Kami menargetkan total pembiayaan hingga akhir tahun mencapai Rp 500 miliar hingga Rp 600 miliar,"  kata Gaisler.

Hingga kini kontribusi pembiayaan terbesar berasal dari produk gadget atau gawai antara 80% sampai 85%. Sisanya berasal dari pembiayaan furnitur dan elektronik (televisi, kulkas). Pihaknya mengaku penyaluran pembiayaan tahun ini tumbuh dibanding tahun lalu. Menurutnya, kelesuan ekonomi yang menjangkit Tanah Air tidak berdampak pada penyaluran pembiayaan. Bahkan, pertumbuhan pembiayaan Home Credit melonjak 200% dibanding Mei tahun lalu (year to date). Sebagai gambaran, penyaluran kredit per Mei 2014 sekitar Rp 10 miliar hingga Rp Rp 15 miliar per bulan. Demikian seperti dikutip dari Kontan.

Meski pembiayaan bertumbuh pesat, pihaknya tetap berhasil menjaga posisi kredit macet atau non performing financing (NPF). Per Juni, posisi NPF sebesar 0,9%. Ke depannya, Home Credit Indonesia akan menambah modal yang berasal dari induk usaha, yakni PPF Group.

Chief of External Affairs PT Home Credit Indonesia, Andy Nahil Gultom menambahkan, pihaknya telah mendapat suntikan dana segar sebesar Rp 180 miliar pada bulan Mei 2015. Suntikan modal baru ini menambah porsi modal Home Credit menjadi Rp 440 miliar. Rencananya, pihaknya masih akan menambah modal sehingga total modal tahun ini menjadi Rp 600 miliar. Adapun rencana lainnya, Home Credit akan melakukan ekspansi ke beberapa kota pada sisa tahun ini. kbc10

Bagikan artikel ini: