Protes produksi tas yang kejam pada buaya, Birkin tak mau lagi namanya dipakai Hermes

Kamis, 30 Juli 2015 | 16:07 WIB ET
(istimewa)
(istimewa)

JAKARTA, kabarbisnis.com: Tas Birkin dari kelompok Hermes selama ini menjadi idola para perempuan kelas atas. Nama "Birkin" berasal dari seorang penyanyi dan ikon fesyen asal Inggris, Jane Birkin. Yang mengejutkan, Jane baru saja membuat pernyataan bahwa dirinya tak mau lagi namanya digunakan Hermes untuk produk tasnya.

Dikutip dari TIME, alasan Birkin tak mau lagi namanya dipakai Hermes karena idealismenya pada perlindungan hak-hak hewan. Berdasarkan penyelidikan PETA (aktivis perlindungan hewan),  buaya-buaya yang kulitnya digunakan untuk membuat tas Hermes diperlakukan secara kejam. Bahkan, dikabarkan ada buaya yang dikuliti ketika masih hidup.

"Setelah mengetahui praktik kekejaman itu, maka saya meminta pihak Hermes untuk tak lagi menggunakan nama saya dalam produknya hingga pengolahan tasnya sudah sesuai dengan norma internasional," demikian pernyataan resmi Jane Birkin.

Tas Birkin disebut-sebut sebagai tas paling bergengsi dari sekian banyak produk Hermes. Harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Bahkan, untuk membeli produk tas tersebut para peminat harus masuk daftar antre. Untuk mendapatkannya, peminat kerap menunggu antara dua hingga tiga tahun.

Menanggapi pernyataan Birkin tersebut, Hermes langsung melakukan investigasi untuk mengetahui fakta yang ada seputar pengolahan kulit buaya untik dijadikan tas. Produsen tas kelas atas itu menginvestiigasi lokasi penangkaran untuk proses pembuatan tas.

"Birkin telah menyatakan kekhawatirannya. Hal tersebut tidak memengaruhi persahabatan dan keyakinan kita. Kita telah bekerja sama selama bertahun-tahun. Hermes menghormati reaksi dan emosinya," demikian pernyataan Hermes. kbc2

Bagikan artikel ini: