Tarif tol mulai naik hari ini

Senin, 28 September 2009 | 09:16 WIB ET

JAKARTA - Kenaikan tarif tol mulai efektif diberlakukan hari ini, Senin (28/9/09). Kenaikan tarif tol bervariasi mulai dari Rp 500 hingga Rp 10.500. Pengusaha meminta kenaikan tarif tol diiringi dengan perbaikan layanan agar mobilitas dan pergerakan barang dan jasa bisa semakin lancar.

Kenaikan tarif untuk 14 ruas tol ini sebelumnya telah diumumkan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Departemen Pekerjaan Umum. Ketentuan kenaikan tarif tol ini mengacu pada Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No.514/KPTS/2009. "Penyesuaian tarif ini didasarkan pada inflasi periode 1 Agustus 2007- sampai dengan 31 Juli 2009," urai Kepala BPJT Nurdin Manurung akhir pekan lalu.

Pihak pengelola tol jauh-jauh hari juga sudah mensosialisasikan kenaikan tarif tol ini. Misalnya tol JORR yang sudah dipasangi spanduk akan ada kenaikan tarif tol mulai Senin (28/9/2009) dengan besaran yang berbeda-beda. Kenaikan tarif tol ini diberlakukan untuk menyesuaikan besaran inflasi.

BPJT mencatat data inflasi periode 1 Agustus 2007 - 31Juli 2009 yaitu dibeberapa kota antara lain: Medan 14,15%, Jakarta 13,61%, Bogor 17,12%, Bandung 13,49%, Cirebon 18,56%, Semarang 14,03%, Surabaya 12,74%, Cilegon 16,43%, Makasar 13,98%.

Adapun ruas-ruas tol yang naik (Golongan 1 Terjauh), yakni Jakarta-Bogor-Ciawi (59 Km) naik dari Rp 5.500 menjadi Rp 6.500, Jakarta-Tangerang, (33 Km) naik dari Rp 3.500 menjadi Rp 4.000, Surabaya-Gempol, (49 Km) naik dari Rp 2.000 menjadi Rp 2.500, Padalarang-Cileunyi (64,4 Km) naik dari Rp 5.500 menjadi Rp 6.500, Belawan-Medan-Tanjung Morawa (42,7 Km) naik dari Rp 4.500 menjadi Rp 5.000, Palimanan-Kanci (26,3 Km) naik dari Rp 7.000 menjadi Rp 8.000, Semarang A, B, C (26,3 Km) naik dari Rp 1.500 menjadi Rp 2.000, serta Tol Dalam Kota (50,60 Km) naik dari Rp 5.500 menjadi Rp 6.500. Ada juga, pondok Aren-Ulujami (golongan I tidak naik tetap Rp 2.000) golongan II naik dari Rp 3.500 menjadi Rp 4.000, Tangerang-Merak (73 Km) PT Marga Mandalasakti naik dari Rp 18.000 menjadi Rp 28.500.

Sementara 4 ruas tol yang sebelumnya direncanakan ditunda, justru mengalami kenaikan serupa dengan 10 ruas lainnya. Hal ini karena semenjak adanya penundaan 4 September 2009 lalu, keempat ruas itu telah melakukan perbaikan SPM. Empat ruas itu antara lain, Cikampek-Purwakarta-Padalarang (58,5 Km) golongan 1 jarak terjauh dari Rp 24.500 menjadi Rp 27.500, Serpong-Pondok Aren (7,24 Km)naik dari Rp 3.500 menjadi Rp 4.000, Ujung Pandang Tahap I dan II (6,05 Km) naik dari Rp 2.000 menjadi Rp 2.500, dan JORR (S,W2,S,E) (45,37 Km) naik dari Rp 6.000 menjadi Rp 7.000.

Dasar mengenai kenaikan tarif tol selama ini mengacu pada UU No 38 Tahun 2004 mengenai Jalan, yaitu pasal 48 tentang tarif tol dan penyesuaiannya. Selain itu ada Peraturan Pemerintah No 15 Tahun 2005 mengenai jalan tol, dimana pasal 68 mengatur soal penyesuaian tarif (melakukan evaluasi dan penyesuaian tarif 2 tahun sekali yang disesuaikan dengan inflasi). Khusus mengenai Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol yang menentukan kenaikan tarif tol, diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 392/PRT/M/2005 tentang SPM jalan tol.

Adapun syarat pemenuhan standar SPM jalan tol di antaranya, Pertama, kondisi jalan tol seperti kekesatan jalan, ketidakrataan jalan, tidak ada lobang. Kedua, kecepatan tempuh rata-rata yaitu dalam kota 1,6 kali kecepatan jalan nontol, luar kota 1,8 kali kecepatan jalan non tol. Ketiga, aksesibilitas meliputi kecepatan transaksi rata-rata, jumlah gardu tol. Keempat mobilitas kecepatan penanganan hambatan lalu lintas dan keselamatan meliputi wilayah pengamatan patroli, jeda waktu informasi menerima laporan dan sampai ke lokasi, penanganan kendaraan mogok, patroli kendaraan derek dan lain-lain.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi meminta agar kenaikan tarif tol diiringi dengan peningkatan layanan. Hal ini penting agar pergerakan barang dan jasa bisa semakin lancar. kbc9

Bagikan artikel ini: