Laba perusahaan properti Grup Lippo melonjak 33%

Jum'at, 7 Agustus 2015 | 08:10 WIB ET
(istimewa)
(istimewa)

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perusahaan properti anggota Grup Lippo, PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) pada semester 1 tahun 2015 membukukan kenaikan pendapatan 12,3 persen mencapai Rp 954,56 miliar. Laba komprehensif periode berjalan naik 33,8 persen yoy mencapai Rp 539,85 miliar.  Prestasi ini berasal dari pertumbuhan organik yang kuat terlepas dari perekonomian Indonesia yang sulit saat ini.

"Hasil semester pertama mendorong kami tetap optimis menghadapi kondisi pasar yang melambat di semester II/2015, kami tetap fokus pada pelaksanaan strategi bisnis kami. Strategi kami dalam menjaga keseimbangan antara pendapatan pengembangan properti dengan pendapatan recurring telah membantu kami untuk lebih bertahan dalam menghadapi penurunan siklus bisnis di pasar properti. Kami tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai target kami," kata Presiden Direktur Lippo Cikarang Meow Chong Loh dalam siaran persnya. 

Pendapatan dari Divisi Rumah Hunian, Ruko dan Apartemen tumbuh 115 persen menjadi Rp 477,14 miliar dari Rp 221,78 miliar dibanding periode yang sama tahun 2014 atau menyumbang 50 persen dari total pendapatan. Pendapatan dari Divisi Industri dan Komersial sebesar Rp 373,25 miliar menyumbang 39,1 persen terhadap total pendapatan.

Pendapatan dari recurring LPCK menjadi Rp 88,78 miliar di semester pertama memberikan kontribusi sebesar 9,3 persen terhadap total pendapatan LPCK.

EBITDA tumbuh sehat sebesar 17,5 persen menjadi Rp530,83 miliar di semester pertama 2015 dari Rp451,71 miliar di periode yang sama 2014, kenaikan ini didukung oleh pertumbuhan pendapatan yang kuat. Total Aset tumbuh 17,3 persen tumbuh sehat menjadi Rp5,05 triliun dari Rp4,31 triliun pada akhir tahun 2014.

“Ketika menghadapi tantangan terhadap penurunan makro ekonomi Indonesia, yang telah menyebabkan pelemahan daya beli konsumen ditambah dengan adanya peningkatan persaingan pasar properti terutama di sektor pencakar langit, kami tetap bekerja keras menyiapkan proyek Orange County, pengembangan kawasan world class mixe used-the Globally Connected City, seluas 322 ha yang dipersiapkan sebagai proyek berkesinambungan untuk pertumbuhan masa depan dan menjadi pusat bisnis serta gaya hidup di Koridor Timur Jakarta yang diharapkan dapat menyatukan ribuan usaha yang tersebar di area segitiga emas kawasan industri Cikarang: Lippo Cikarang-Jababeka-Delta Mas," kata Loh.

Total Marketing Sales semester I tahun 2015 mencapai Rp1,544 triliun. Loh menambahkan perseroan optimistis mencapai target marketing sales tahun 2015 sebesar Rp 2,5 triliun atau tumbuh sebesar 11,41 persen yoy.

LPCK adalah pengembang kawasan perkotaan dengan luas sekitar 3.000 hektar di mana industri sebagai basis ekonomi. LPCK telah berhasil membangun lebih dari 14.000 hunian, dengan populasi 45.000 dan 350.000 orang yang bekerja setiap hari di sekitar 820 perusahaan manufaktur yang tersebar di kawasan industri Lippo Cikarang. kbc9

Bagikan artikel ini: