Semester I, laba Phapros melonjak 10 kali lipat

Senin, 10 Agustus 2015 | 10:46 WIB ET

SEMARANG, kabarbisnis.com: Di tengah gejolak perekonomian di Tanah Air serta penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), PT Phapros berhasil meningkatkan kinerjanya baik dari sisi penjualan maupun laba.

Direktur Utama PT Phapros, Iswanto mengatakan, penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terus terdegradasi hingga di atas Rp13.000/USD sampai saat ini sangat membebani industri farmasi nasional, mengingat 90% bahan baku farmasi adalah impor.

"Namun, di tengah inflasi semester I/2015 yang mencapai 0,96%, Phapros masih mampu menunjukan kinerja yang baik," katanya, akhir pekan lalu.

Dia menyebutkan, sampai semester I/2015 penjualan (revenue) PT Phapros mencapai Rp302 miliar. Jumlah tersebut jauh lebih baik dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp193 miliar.

Sejalan dengan prestasi penjualan, laba bersih Phapros pada semester I/2015 juga naik sepuluh kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya Rp2,3 miliar jadi Rp23,1 miliar pada semester I/2015. Keberhasilan Phapros meningkatkan kinerja di tengah kondisi perekonomian yang kurang baik adalah karena Phapros mampu mengatur stok level produk-produk yang ada di pasar.

"Dari sisi penjualan tahun ini tumbuh 56% dibanding semester I tahun lalu. Jadi pertumbuhannya sangat tinggi baik dari sisi penjualan maupun dari laba perusahaan," bebernya.

Dia mengatakan, pertumbuhan terbesar terjadi di sektor generik sebesar 55,2% atau Rp166,7 miliar dibanding tahun sebelumnya Rp103,4 miliar. Diprediksi hingga akhir tahun ini komposisinya bisa mencapai 57,5% atau sekitar Rp400 miliar dari seluruh total penjualan.

Untuk meningkatkan kinerja di semester II/2015, PT Phapros akan mengoptimalkan performa seluruh portofolio produk yang dimiliki. Seperti produk Obat Generik Berlogo (OGB), Phapros akan memprioritaskan produk-produk dengan margin yang baik.

"Sedangkan produk branded ethical (obat dengan resep dokter) akan masuk ke pasar baru, dan obat jual bebas atau Over the Counter (OTC) akan diperkuat dengan branding produk-produk baru selain Antimo yang tentunya berpotensi menjadi daya saing yang kuat bagi Phapros di pasar," jelas Iswanto.

Corporate Secretary PT Phapros Imam Ariff Juliadi menambahkan, PT Phapros juga akan terus mengembangkan regular market dan memonitor ketat perubahan nilai kurs agar tidak terlalu banyak berpengaruh terhadap harga pokok, sehingga pada akhir tahun ini target penjualan bisa tercapai.

"Saat ini Phapros memproduksi lebih dari 250 item obat, di antaranya obat hasil pengembangan sendiri dan salah satu produk unggulan Phapros yang menjadi pemimpin pasar di katagorinya adalah Antimo," tambahnya. kbc10

Bagikan artikel ini: