Hubungan paguyuban penambang dengan Pertamina EP kian harmonis

Senin, 31 Agustus 2015 | 19:48 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Jalinan kerjasama antara penambang sumur minyak tua yang tergabung dalam Paguyuban Penambang Sumur Minyak Tua Wonocolo dengan Pertamina EP kian terlihat harmonis. Hal ini seiring dengan lancarnya pembayaran ongkos angkut minyak oleh pihak Pertamina EP Asset 4.

Hal itu disampaikan wakil ketua Paguyuban, Suyitno. Menurutnya, dengan adanya paguyuban, komunikasi antara para penambang dan Pertamina jauh bisa terbuka.

Pria yang akrab disapa Yosi itu mengatakan, sejak tahun 1988 hingga 2006, lokasi sumur tua seperti lahan tak bertuan. Kemudian mulai tahun 2006, mulai banyak para penambang yang memanfaatkannya secara bebas dan ilegal.

Di tahun 2012 PT. Pertamina EP datang dan menunjuk pihak ke tiga sebagai perantara untuk penjualan hingga memutus kontrak pada tanggal 15 Juni 2015 kemarin.

"Pada saat dikelola oleh KUD, hak para penambang itu diabaikan. Mereka sudah seperti perusahaan sendiri dan penambang tidak bisa mengeluarkan ide-ide untuk lebih berkembang," ungkapnya, Senin (31/8/2015).

Dengan adanya kerjasama antara paguyuban dengan PT Pertamina EP, sambungnya, komunikasi jauh bisa lebih terbuka dan segala aspirasi bisa langsung sampai ke pihak Pertamina.

Terkait dengan masalah keterlambatan pembayaran, Yosi mengaku sejak dulu memang sudah sering molor. Dia yang dulu juga pernah menjadi pelaku sering menalangi pembayaran 3 sampai 4 bulan.

"Kalau molor itu wajar dari dulu. Tapi sekarang dengan adanya kerjasama ini, justru lebih cepat cair. Jika yang sudah-sudah itu sampai 4 bulan, kali ini satu bulan sudah cair," jelas Yosi.

Dia berharap, ke depan hubungan antara PT. Pertamina EP dengan penambang semakin baik lagi. Dengan terbukanya jalan komunikasi antara kedua belah pihak, apapun permasalahan bisa langsung dikomunikasikan. Sehingga, tidak ada kesalahpahaman dan kegiatan penambangan bisa berjalan dengan lancar, serta bisa meningkatkan produksi.kbc6

Bagikan artikel ini: