PT Phapros siap jualan obat ke Kamboja dan Vietnam

Kamis, 3 September 2015 | 09:19 WIB ET

SEMARANG, kabarbisnis.com: Produsen obat dan farmasi PT Phapros Tbk bersiap memperluas pasar ekspor obat ke beberapa negara di kawasan ASEAN dan Asia Tengah.

"Saat ini memang kami sedang membidik pasar ASEAN di antaranya Kamboja, Vietnam, dan ada beberapa juga yang masuk lewat Thailand," kata Direktur Utama PT Phapros Tbk Iswanto di Semarang, Rabu (2/9/2015).

Selanjutnya, untuk beberapa negara di kawasan Asia Tengah di antaranya Afganistan dan Iran. Meski demikian, khusus untuk tujuan Iran, Phapros masih terkendala kesulitan mata uang untuk transaksi.

"Sebetulnya permintaan obat dari Iran besar, tetapi kan transaksi di sana sulit karena tidak boleh menggunakan mata uang dolar AS," katanya.

Pihaknya menilai potensi pasar di negara tersebut cukup besar seiring dengan tutupnya sejumlah perusahaan farmasi akibat embargo. Di luar benua Asia, pada tahun depan pihaknya juga akan melakukan ekspansi pasar ke Afrika.

Untuk jenis obat yang diekspor, PT Phapros masih fokus pada obat parenteral atau ijeksi. Bahkan, pihaknya mengaku hingga saat ini belum banyak perusahaan farmasi di Indonesia yang memiliki keunggulan produksi obat parenteral.

"Ke depan kami ingin obat parenteral ini menjadi ’center of excellence’ PT Phapros. Ini kekuatan yang tidak dimiliki oleh perusahaan farmasi lain di Indonesia," katanya.

Selain itu, saat ini pihaknya juga tengah mengembangkan produk Antimo herbal. Ke depan, obat anti mual tersebut juga akan diekspor.

Sementara itu, diakuinya hingga saat ini volume ekspor PT Phrapros masih 1-2 persen atau senilai Rp1-2 miliar dari omzet penjualan secara keseluruhan.

"Seiring dengan perluasan pasar yang kami lakukan, pada tahun ini Phapros menargetkan adanya peningkatan nilai ekspor yaitu mencapai Rp5 miliar, sedangkan untuk keseluruhan target omzet mencapai Rp680 miliar," katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: