Diserang jutaan rayap, bangunan di Jakarta terancam ambruk

Senin, 14 September 2015 | 21:46 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Jangan sepelekan rayap. Pasalnya, sekuat apapun bangunan gedung, ketika jutaan rayap menyerang, bahaya fatal mengancam. Ini pula yangg terjadi pada sebagian besar bangunan di wilayah DKI Jakarta. Bangunan-bangunan ini dipastikan sudah digerogoti jutaan rayap dan rawan terjadi ambruk jika tidak terdeteksi atau diatasi sejak dini. Karena kondisi tersebut, bangunan di Jakarta ini dinyatakan berstatus darurat.

"Dari hasil riset kami, jutaan rayap saat ini sudah menyerang dan menggerogoti sebagian besar bangunan-bangunan yang ada di wilayah Jakarta," jelas pakar rayap Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof.Dr. Dodi Nandika di IPB Baranangsiang, Senin (14/9/2015).

Menurutnya, wilayah Jakarta yang paling banyak diserang koloni jutaan rayap terdapat di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Barat, "Sedangan untuk wilayah Jakarta Utara dan Pusat merupakan lokasi yang sangat minim dan rendah terkena serangan rayap," katanya.

Hasil analisis, lanjut dia, cepatnya perkembangbiakan rayap di Jakarta bukan hanya karena karakteristik cuaca di wilayah Jakarta yang tropis dan hangat, banyaknya pengiriman tanah dari wilayah Bogor ke Jakarta yang digunakan untuk pengurugan, juga menjadi salah satu penyebab.

"Sebagian besar tanah yang dikirim ke Jakarta dari Bogor, itu juga terdapat koloni rayap yang ikut terbawa sehingga ikut berkembang biak dengan cepat," paparnya.

Dodi mengatakan, berdasarkan hasil penelitian tim IPB, menunjukkan jika di sebagian Besar Provinsi DKI Jakarta, terdapat empat spesies rayap yang berkembangbiak dengan cepat dan menyerang bangunan-bangunan yang ada yakni, spesies Coptotermes curviganthus, Microtermes Insperatus, Macrotermes Gilvus, Capritermes Mohri.

"Dari ke empat spesies rayap ini paling ganas dan paling banyak menyebar dan menggerogoti bangunan di sebagian besar Jakarta yakni, Coptotermes curviganthus," tuturnya.

Menurutnya, jenis rayap Coptotermes Curviganthus ini tidak hanya menggerogoti kayu-kayu bangunan di wilayah Jakarta, akan tetapi sudah menggerogoti dan memakan, kabel, kertas, uang, bahkan kulit sepatu.

"Berdasarkan kajian kami ternyata rayap ini sudah sangat genius, karena bukan hanya berada di bawah dan dasar bangunan, akan tetapi sudah dapat hidup di atas gedung pencakar langit dengan ketinggian di 32 lantai," tukasnya.

Dia mengatakan, di Jakarta baru terdeteksi sebanyak 7 juta koloni rayap, dan setiap koloni rayap dapat memakan sekitar 24 kilogram kayu pertahun, "Di Jakarta saja, sekitar 16,6 persen gedung dan aset milik Pemprov DKI Jakarta sudah terkena serangan rayap," kata dia.

Dari hasil pemetaan yang ada di enam kecamatan di Pemprov DKI Jakarta yang tergolong dalam kelas Bahaya 1, yakni Ciracas, Kramatjati, Pasar Minggu, Kebayoran lama, Cilincing, Pesanggrahan, Kebayoran baru dan Mampang Prapatan.

"Untuk zona Bahaya 1 ini, merupakan zona merah serangan rayap jenis rayap Coptotermes curviganthus," tuturnya.

Untuk kelas bahaya II, tersebar juga di enam kecamatan, yakni Duren sawit, Palmerah, Jatinegara, kembangan dan Pancoran. "Sedangkan untuk kelas bahaya III, hanya satu kecamatan yakni wilayah Cengkareng," katanya.

Namun, ungkap Dodi, untuk mengantisipasi tingginya risiko serangan rayap pada bangunan gedung di Provinsi DKI Jakarta, pada tahun 2013, Gubernur DKI Jakarta menerbitkan Peraturan Gubernur, nomor 35/2013 tentang Pedoman Penanggulangan Bahaya Serangan Rayap pada Bangunan gedung milik Pemprov DKI Jakarta.

"Pergub ini berisi ketentuan tentang kewajiban pengelola gedung milik Pemprov DKI Jakarta untuk pengendalian serangan rayap baik gedung yang berdiri maupun gedung yang akan dibangun," katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: