Risiko bisnis ini musti siap dihadapi entrepreneur

Selasa, 20 Oktober 2015 | 11:08 WIB ET

APAPUN yang kita lakukan pasti memiliki risiko, kegiatan apapun baik itu ringan maupun berat pasti memiliki sebuah resiko. Risiko sendiri memiliki pengertian suatu akibat, bahaya atau konsekuensi yang dapat terjadi di akibatkan sebuah proses atau kejadian yang akan datang. Risiko dapat di artikan juga sebagai ketidakpastian dimana ketika hal tersebut terjadi bisa menimbulkan suatu kerugian baik dari segi materi maupun bagi orang itu sendiri.

Salah satu kegiatan yang memiliki banyak risiko ialah berbisnis dan usaha, karena kegiatan bisnis bertujuan memperoleh keuntungan yang mana awalnya membutuhkan suatu modal berupa uang. Tentu saja risiko terbesar dari berbisnis adalah kerugian berupa uang. Namun sebagai seorang pembisnis dan wirasuaha, kita harus optimis bisa mengatasi semua risiko yang ada, paling tidak kita harus meminimalisir risiko yang ada agar nantinya bisnis yang di jalankan berjalan sesuai dengan rencana dan berbuah kesuksesan.

Maka dari itu sebagai seoarang wirausaha kita harus mengetahui apa saja risiko yang nantinya di hadapi oleh pembisnis itu sendiri. Selain itu kita harus mengetahui bagaimana cara menanggulangi risiko yang ada agar nantinya ketika suatu masalah itu datang kita bisa mengatasinya dengan baik. Dan yang paling penting dalam berbisnis, kita harus menyiapkan mental yang kuat dan sikap yang tidak mudah menyerah, hal tersebut tentu saja di butuhkan ketika terjadi suatu masalah.

Nah, bagi Anda para pebisnis khususnya yang masih pemula atau bagi yang masih calon wirausaha dan ingin mengetahui apa saja risiko dalam berbisnis, berikut ulasannya:

1. Kerugian

Kerugian merupakan hal yang paling di takutkan oleh siapa saja terutama oleh pebisnis. Skala kerugian sendiri cukup bermacam-macam, bisa skala yang kecil dengan kerugian yang tidak begitu berdampak namun ada pula kerugian tingkat menengah sampai skala besar sehingga sangat berdampak terhadap bisnis yang di jalankan. Bahkan apabila kerugian tersebut tidak bisa di kendalikan akan mengakibatkan kebangkrutan.

Disini bukannya menakut-nakuti Anda, karena memang kerugian pada dasarnya merupakan kebalikan dari keuntungan yang menjadi salah satu risiko bisnis yang paling dihindari. Dimana tujuan kita mendirikan usaha adalah mencari keuntungan, dan yang paling di hindari adalah kerugian. Maka dari itu kerugian merupakan hal yang patut di hindari sebisa mungkin.

Biasanya kerugian terjadi di karenakan banyak faktor, mulai dari pengambilan keputusan yang tidak tepat, menajemen yang kurang baik, pengalaman yang kurang dan juga bisa di sebabkan karena faktor ekternal seperti bencana alam, bahan baku yang sulit, minat konsumen yang menurut dan masih banyak lagi.

Namun perlu Anda ketahui juga, tidak semua pebisnis yang mengalami kerugian berakhir dengan kebangkrutan, masih banyak di luar sana yang mengalami kerugian hebat sampai hampir bangkrut namun bisa bangkit dan bahkan bisa terus berkembang dan mendapatkan penghasilan yang berlipat. Mungkin hal tersebut terjadi karena pembisnis tersebut tidak putus asa dan mencari solusi yang tepat agar bisnisnya kembali lagi.

2. Persaingan yang ketat

Hidup di tahun 2015 seterusnya ini berbeda dengan hidup di tahun 2000 ke bawah. Apabila di tahun tersebut persaingan bisnis sangat longgar dan sangat mudah mencari konsumen, maka saat ini sebaliknya. Dimana sekarang ini persaingan di dalam dunia usaha sangatlah ketat dan banyak pembisnis yang berebut pasar baik dengan cara yang sehat maupun dengan cara yang tidak sehat.

Maka dari itu sebaiknya persaingan tidak perlu terlalu di pikirkan, yang penting kita harus fokus dalam memproduksi atau memberikan jasa kepada konsumen kita. Intinya semakin baik kualitas yang kita berikan maka semakin setia juga konsumen kita terhadap produk atau layanan yang kita berikan.

3. Kondisi pasar yang tidak stabil

Saat ini kondisi pasar sangat sulit stabil, ini di karenakan perekonomian negara kita yang juga tidak stabil. Belum lagi dipicu oleh ekonomi global yang mengalami tekanan akhir-akhir ini. Tak heran memang apabila kondisi pasar menjadi tidak stabil, seperti contohnya harga bahan baku, dimana harga bahan baku berubah sewaktu-waktu yang bisa membingungkan kita sebagai pembisnis. Ketika harga bahan baku naik, kita tidak bisa begitu saja menaikkan produk yang kita jual, karena hal tersebut bisa mengakibatkan konsumen kabur. Namun apabila harga tetap kita tentu mengalami kerugian. Maka solusinya bisa dengan cara mengurangi kuota produksi.

4. Butuh kerja keras dan jangan mudah menyerah

Ini merupakan bekal utama seorang wirausaha. Dan hal ini termasuk risiko usaha, dimana apabila kita tidak mau bekerja keras maka dapat di pastikan usaha yang kita jalankan tidak akan berjalan lancar dan ujung-ujungnya seperti pada poin pertama tadi yakni kerugian. Selain itu menjadi pembisnis itu harus fokus, jujur, tepat, ulet, rajin, tekun, berpikir cerdas dan yang tidak kalah penting ikhlas dalam menjalankan usaha.

Bagikan artikel ini: