5 Hal penting saat berniat membuka cabang bisnis

Selasa, 27 Oktober 2015 | 09:48 WIB ET

SALAH satu cara pebisnis sukses memutar keuntungan finansialnya adalah dengan melebarkan lini bisnisnya. Seluruh kota berpotensi menghasilkan rupiah dengan sektor yang sama. Cabang dibuka setelah pusat telah berhasil mengelola usaha secara sistematis.

Lima hal berikut wajib Anda perhatikan saat hendak membuka cabang di bidang bisnis yang sama:

1. Pengadaan alokasi dana

Kebutuhan pertama yang harus ada ialah dana, berguna untuk pengadaan bangunan berserta perlengkapannya. Kantor pusat tidak akan ikut campur perihal seluk beluk bisnis disana karena cabang bersifat mandiri. Bukan berarti lepas tangan secara total tetapi supaya ada tanggungjawab tersendiri.

Nominal besaran dana wajib direncanakan dan tertulis dengan rinci. Tekan pengeluaran agar bisa digunakan untuk pemasukan kas awal. Perputaran uang kantor cabang akan selalu dipantau oleh pusat. Dana yang masuk dan keluar itulah sumber uji pertama kali yang dilihat ketika tahapan audit berlangsung.

2. Pilih-pilih lokasi

Sesuaikan lokasi dengan jenis bidang bisnis yang Anda jalankan. Misalnya perusahaan Anda melayani klien secara langsung. Pemilihan cabang bisnis pasti harus stategis agar mereka mudah menjangkaunya. Jangan sampai konsumen beralih ke perusahaan pesaing hanya karena malam mengunjungi kantor Anda.

Pastikan kendaraan umum melewatinya, karyawan juga harus Anda pikirkan. Bagi mereka yang tidak memiliki kendaraan bermotor pribadi, tentu tidak ada cara lain kecuali memakai jasa angkutan. Sejahterakan pekerja dan rangkul konsumen lebih banyak di kantor cabang.

3. Menunjuk pimpinan kantor cabang

Pengetahuan dan pengalaman pimpinan yang Anda tunjuk menjadi faktor penentu perkembangan rintisan linis bisnis baru tersebut. Orang dalam atau karyawan yang berprestasi yang sebelumnya telah bergabung di perusahaan pusat ialah referensi paling tepat. Pasalnya, seluk beluk usaha sudah sejak lama dikenalnya sehingga tidak sulit untuk meneruskan laju bisnis itu.

Utamakan pekerja yang memiliki sifat jujur karena mereka akan bekerja mandiri tanpa pemantauan langsung dari direktur pusat. Jalin komunikasi secara intensif dengannya untuk mengetahui apakah ada kendala yang menghambat kelancaran usaha. Jika ada, segeralah lakukan ajak diskusi semua pimpinan terkait guna menentukan langkap cepat dan tepat.

4. Penyamaan sistem dan manajemen

Penerapan sistem dan manajemen di cabang bisnis harus sama persis dengan pusat. Hal ini karena kematangan perusahaan utama sudah melalui beberapa tahapan uji. Bukti keberhasilan keluar dari berbagai rintangan ialah banyaknya rencana cabang yang akan dibuka.

5. Evaluasi berkala

Evaluasi dilaksanakan dalam dua lingkup, yakni skala kecil (cabang) dan besar (pusat). Laporan segala kegiatan selama satu bula wajib dibahas tuntas anggota masing-masing cabang. Selanjutnya dalam evaluasi global, semua pekerja akan memaparkan hasil dan kendala yang dihadapi. Solusi diambil dari opini yang tersaring dari pihak yang mau menyumbangkan pendapatnya. Setiap individu yang tergabung dalam ruangan rapat wajib menyuarakan idenya demi kemajuan perusahaan.

Bagikan artikel ini: