80 Pebisnis Jatim ikuti pertemuan bisnis dengan investor Amerika dan Eropa

Selasa, 27 Oktober 2015 | 23:22 WIB ET
(KB/Purna Budi Nugraha)
(KB/Purna Budi Nugraha)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Sebanyak 80 pengusaha asal Jawa Timur mengikuti acara business meeting dengan para pengusaha dari pasar non tradisional / untapped market dari wilayah Amerika dan Eropa yang diadakan oleh Kemenlu bekerjasama dengan Kadin Jatim hari ini, Selasa (27/10/2015) di Hotel JW Marriot Surabaya.

Kegiatan ini dihadiri oleh 14 orang pengusaha dari Bahamas, Brazil, Bulgaria, Chile, Meksiko, dan Rumania, yang bergerak di sektor makanan, kerajinan, plastik, furnitur, seafood, minyak sawit, dan konstruksi. Para pengusaha tersebut sebelumnya mengikuti kegiatan TEI ke-30 di Jakarta.

Pertemuan antar pengusaha tersebut ditujukan untuk membuka peluang bisnis bagi pengusaha besar dan menengah Jawa Timur untuk memperluas akses pasarnya ke pasar Amerika Selatan, Tengah, dan Karibia serta Eropa Timur. Business meeting merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Economic Diplomatic Field Trip yang diprakarsai oleh Ditjen Amerika dan Eropa Kemenlu guna mendukung pelaksanaan diplomasi ekonomi.

Sekretaris Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kemenlu Marina Estella Anwar Bey mengungkapkan bahwa kegiatan Economic Diplomatic Field Trip dilakukan secara  rutin setiap tahun untuk mempromosikan potensi ekonomi daerah kepada korps diplomatik. "Kali ini difokuskan pada pengusaha dari wilayah Amerika dan Eropa dan provinsi Jawa Timur yang memiliki pertumbuhan ekonomi tinggi dipilih sebagai lokasi kegiatan," ujar Marina Estella.

Sementara Wakil Ketua KADIN Jatim, Tommy Kaihatu menyampaikan bahwa pertemuan ini diharapkan menjadi sarana peluang kerja sama bagi pengusaha Jawa Timur hingga terjadi transaksi secara nyata.

Program promosi ekonomi ini diawali dengan acara Working Dinner tanggal 25 Oktober 2015 yang difasilitasi oleh Badan Penanaman Modal (BPM) Jatim. Dalam acara tersebut, para peserta memperoleh gambaran mengenai potensi ekonomi dan peluang investasi yang luas di Jawa Timur dari paparan Kepala BPM Jatim Lili Sholeh Wartadipraja.

Lili menyampaikan bahwa terdapat beragam sektor yang ditawarkan, stainless steel, proses bahan mentah tambang, perikanan, dan berbagai industri lainnya, namun saat ini yang paling utama dibutuhkan guna mendukung pengembangan konektivitas Jawa Timur, antara lain hub port, geothermal power plant dan ship building for connectivity.

Menurut Lili, para pengusaha juga berkesempatan mengikuti program field trip tanggal 26 Oktober 2015 dengan berkunjung ke tiga perusahaan di kawasan Gresik dan Sidoarjo, yaitu PT. Tulus Tri Tunggal, yang bergerak di bidang pintu kayu dan produk kelapa, PT. Sekar Laut Tbk (Finna), yaitu perusahaan krupuk udang dan sambal, dan PT. Santos Jaya Abadi yang memproduksi kopi Kapal Api dan Excelso.

"Mereka menunjukkan ketertarikannya pada produk-produk yang ditawarkan, baik untuk produk pintu, kopi, maupun produk udang beku dan kacang mede. Kunjungan langsung ke perusahaan bagi mereka sangat bermanfaat untuk mengetahui langsung potensi dan kapasitas perusahaan mitra, sehingga mereka juga dapat memperkirakan harga yang lebih kompetitif dengan kualitas yang lebih baik," tambahnya.

Diantara pengusaha tersebut, juga terdapat Konsul Kehormatan (Konhor) RI untuk Meksiko Mr. Alvaro Barrera Segovia dan Konhor RI untuk Bulgaria Mr. Krasimir Milchev Simov yang disela-sela kegiatan berkesempatan mengadakan pertemuan dengan wakil Walikota Surabaya untuk memperluas kerja sama di bidang ekonomi dan sosial budaya dengan pemerintah kota Surabaya.kbc6

Bagikan artikel ini: