Bangun pabrik pelumas terbesar di RI, Shell gelontor Rp1,7 triliun

Jum'at, 6 November 2015 | 08:49 WIB ET

BEKASI, kabarbisnis.com: Shell Indonesia resmi membuka pabrik pelumas baru di Marunda Center, Bekasi, di atas lahan seluas 75.000 m2 atau setara dengan 10 lapangan sepak bola, pada Kamis (5/11/2015). Pabrik ini mampu memproduksi hingga 136 juta liter (120 ribu ton) pelumas setiap tahunnya, cukup untuk mengganti lebih dari 460.000 unit oli sepeda motor atau hampir 90.000 unit oli mobil per hari.

Dengan kapasitas produksi sebesar itu, pabrik ini menjadi yang terbesar diantara 20 pabrik pelumas di Indonesia saat ini. Nilai investasi yang digelontorkan untuk membangun pabrik ini mencapai US$ 132 juta alias Rp 1,7 triliun.

"Kami sampaikan apresiasi pada Shell Indonesia yang dapat mewujudkan investasi pabrik pelumas kelas internasional. Ini pabrik pelumas Shell pertama di Indonesia, ke-6 di Asean. Nilai investasinya US$132 juta. Ini terbesar di Indonesia," kata Dirjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka (IKTA) Kementerian Perindustrian, Harjanto, dalam sambutannya saat peresmian Pabrik Pelumas Shell di Marunda, Bekasi, Kamis (5/11/2015).

Harjanto menuturkan, saat ini terdapat 20 pabrik pelumas di seluruh Indonesia dengan total kapasitas produksi mencapai 1,8 juta kiloliter (KL) per tahun. Permintaan pelumas pun terus meningkat karena bertambahnya jumlah kendaraan bermotor, industri manufaktur, dan pembangkit listrik.

Tapi sayangnya dari total kebutuhan pelumas sebanyak 1,8 ?juta KL per tahun, baru 850 ribu KL yang dipasok dari dalam negeri, sisanya dikuasai oleh pelumas impor. Total nilai pelumas yang diimpor Indonesia tahun lalu US$ 355 juta, sementara ekspornya baru US$ 87 juta.

Sebagian besar bahan pelumas msh impor, jadi forlumasinya terbatas. Kemenperin akan memfasilitasi dlm rangka mengantisipasi peningkatan kebutuhan pelumas di masa mendatang.

Karena itu, berdirinya pabrik pelumas baru milik Shell ini dapat mengurangi impor pelumas.? "Diharapkan pabrik pelumas baru ini bisa meningkatkan devisa, mengurangi impor pelumas," ucap Harjanto.

Deputi Bidang Perencanaan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Tamba Hutapea menambahkan, pabrik baru Shell ini bisa memenuhi 13% kebutuhan pelumas di dalam negeri sehingga dapat menekan impor.

Tamba berharap ke depan Shell tak hanya berinvestasi untuk memenuhi kebutuhan domestik, tapi bisa memperluas pabriknya untuk memenuhi kebutuhan ekspor. ?"Kami berhara ke depan Indonesia bisa menjadi basis produksi Shell untuk pasar ekspor. BKPM siap memfasilitasi," tandasnya.

Pabrik pelumas baru ? ini akan memproduksi merek pelumas unggulan Shell seperti Shell Helix (oli mesin kendaraan penumpang), Shell Advance (oli sepeda motor), Shell Rimula (oli mesin kelas berat), Shell Spirax (oli transmisi), dan berbagai pelumas industri lainnya. kbc10

Bagikan artikel ini: