Meski ekonomi lagi galau, laba bank ini melonjak hampir 300%

Senin, 9 November 2015 | 15:56 WIB ET
(istimewa)
(istimewa)

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Sahabat Sampoerna membukukan laba Rp 39,35 miliar hingga September 2015, meningkat 295,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 9,95 miliar.

Direktur Utama Bank Sampoerna Ali Rukmijah menjelaskan, peningkatan perolehan laba ini ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp 206,5 miliar, naik 151,1 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 82,2 miliar.

"Kendati kondisi ekonomi makro masih belum membaik, namun Bank Sampoerna menunjukkan kinerja positif. Saya optimistis melihat pertumbuhan Bank Sampoerna yang berkualitas dengan manajemen risiko yang semakin baik terhadap pengelolaan portofolio pinjaman Bank Sampoerna," ujar Ali, Senin (9/11).

Pendapatan bunga ini berasal dari penyaluran kredit yang meningkat 93,9 persen dari sebesar Rp2,19 triliun pada akhir September 2014 menjadi Rp4,25 triliun pada September 2015. Dari total portfolio kredit yang disalurkan sampai dengan September 2015 ini, sekitar 79,1 persen dialokasikan kepada sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM.

Kendati bertumbuh signifikan, peningkatan penyaluran kredit ini diikuti oleh manajemen risiko secara positif. Hal ini tercermin dari perkembangan angka rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross yang terus membaik dari 2,9 persen di September 2014 menurun menjadi 2,6 persen pada posisi yang sama tahun ini. Sejalan dengan peningkatan ini, rasio pinjaman terhadap total simpanan (loan to deposit ratio/LDR) juga meningkat mencapai 93,3 persen pada September 2015 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 87,9 persen. Peningkatan LDR ini ditopang pula oleh peningkatan dana pihak ketiga (DPK) yang tercatat sebesar Rp 4,44 triliun, naik 83,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Keuangan dan Perencanaan Bisnis Bank Sampoerna Henky Suryaputra menambahkan, dari sisi rasio keuangan, seperti margin bunga bersih (net interest margin/NIM) naik menjadi 5,8 persen, dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,9 persen. Dari sisi rasio keuangan lainnya dapat dicapai pada level yang baik, seperti ROA 1,53 persen, ROE 8,33 persen dan BOPO 89,39 persen. Secara total aset, Bank Sampoerna juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik sebesar 83,9 persen menjadi Rp5,67 triliun dibandingkan periode September 2014 sebesar Rp3,03 triliun.

Sedikit informasi, per September 2015, jumlah jaringan kantor Bank Sampoerna mencapai 17 Kantor yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta (6 kantor), Medan, Pekanbaru, Palembang, Makassar, Samarinda, Bandung, Surabaya, Palopo, Rantau Prapat, Sorong dan Jayapura. kbc9

Bagikan artikel ini: