Awas! Gangguan keuangan ini bisa jadi penjegal pebisnis muda

Kamis, 12 November 2015 | 12:17 WIB ET

RENCANA keuangan merupakan hal yang penting untuk masa depan finansial dalam beberapa dekade yang akan datang. Bagi Anda yang masih muda, sebaiknya lebih memikirkan kondisi keuangan guna membuat rencana untuk masa depan yang diinginkan seperti apa.

Selagi masih sehat dan memiliki penghasilan tetap, Anda perlu memerhatikan kondisi keuangan agar jangan sampai mengalami gangguan. Lalu, gangguan keuangan apa saja yang bisa melanda di masa muda?

1. Tidak punya tabungan

Kadang kala di masa muda, Anda sering melupakan untuk menyisihkan pendapatan untuk menabung. Meskipun hanya 20 persennya, jika dikumpulkan perlahan-lahan akan menjadi bukit juga. Namun, satu hal yang harus Anda ingat, jika Anda memiliki banyak pengeluaran yang menjadikan Anda sulit untuk menabung, maka keuangan Anda sedang tidak sehat. Sebelum memutuskan untuk membuat pengeluaran, pikirkan apakah Anda masih dapat menabung dengan penghasilan yang ada. Jika pada akhirnya apa yang Anda inginkan menghambat Anda untuk menabung, tunda dulu pengeluaran tersebut.

2. Tidak memiliki perencanaan keuangan

Gejala gangguan kesehatan finansial yang juga krusial ialah tidak pernah memiliki perencanaan keuangan. Ketika Anda menerima gaji, Anda langsung menghabiskannya untuk keinginan dan mengesampingkan kebutuhan. Perencanaan keuangan bukan hanya alokasi dana bulanan, melainkan juga target keuangan yang ingin dicapai dalam kurun waktu tertentu. Misalnya, kapan Anda memiliki usaha sendiri, berapa deposito yang ingin Anda miliki tahun ini, atau kapan Anda akan membeli rumah pribadi. Semuanya ini diatur dalam rencana keuangan Anda. Saat yang paling baik dalam membuat rencana keuangan adalah di awal tahun. Namun, tidak ada salahnya untuk memulai di awal bulan ini sembari mengevaluasi keuangan Anda di bulan-bulan sebelumnya.

3. Tidak punya dana pensiun

Berpikir masa pensiun masih lama? Anda salah besar. Menyiapkan dana pensiun justru harus dilakukan sejak dini. Berarti saat Anda masih bekerja, karena di situlah sumber pendanaan pensiun Anda. Misalnya, Anda bekerja di usia 25 tahun. Dalam 25 sampai 30 tahun lagi Anda akan memasuki pensiun. Jika sedari awal bekerja, Anda sudah menabung di salah satu bank atau asuransi yang menawarkan tabungan pensiun maka 30 tahun lagi tabungan Anda sudah menggunung. Masa pensiun pun tenang tanpa harus menyusahkan anak-anak Anda. Dan Anda bisa menikmatinya dengan berlibur, membuka usaha atau uang darurat jika sakit.

4. Tidak memiliki alokasi dana

Melakukan alokasi dana merupakan sikap finansial yang sehat. Jika penghasilan Anda habis sebelum tanggal pembayaran gaji berikutnya, maka keuangan Anda tentu menderita. Membuat alokasi dana dapat membantu Anda mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.

Dalam membuat alokasi dana bulanan ataupun tahunan, Anda harus dapat menghitung dan memberi kategori untuk tiap kebutuhan. Rencanakan alokasi dana yang sesuai dengan kemampuan secara realistis. Dengan demikian, Anda dapat konsisten mengikuti alokasi dana yang sudah dibuat. Jika Anda disiplin dalam mengikuti alokasi yang sudah dibuat, maka Anda tidak akan kebingungan saat akhir bulan.

5. Tidak punya dana darurat

Pernahkah Anda merasa bingung dan panik ketika ada kebutuhan mendadak, tapi Anda tidak memiliki dana untuk memenuhi kebutuhan tersebut? Jika ya, maka kondisi keuangan Anda sedang ‘sakit’. Dana darurat merupakan alokasi penting yang harus Anda miliki. Dana darurat ini sangat penting untuk menanggulangi biaya-biaya yang tak terduga. Selain sakit, misalnya ketika Anda mengalami kecelakaan. Gunakanlah produk perbankan seperti tabungan untuk menyimpan dana darurat. Pastikan juga dana darurat mudah diakses kapan saja dan di mana saja.(ciputraentrepreneurship)

Bagikan artikel ini: