Strategi Campina siasati gejolak rupiah

Senin, 16 November 2015 | 14:50 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Produsen es krim, PT Campina Ice Cream Industry (Campina) mulai fokus mencari bahan baku produksi dari dalam negeri untuk mengurangi pengeluaran seiring fluktuasi nilai tukar rupiah. National Sales and Marketing Manager Campina, Adji Andjono, mengatakan saat ini pihaknya sudah bisa meningkatkan komposisi bahan baku lokal hingga 50% dari sebelumnya yang kurang dari 40%.

Campina sendiri masih mengimpor bahan baku utama untuk produksi es krim yakni susu sapi.

"Sebagai produsen es krim, tentu bahan baku utama yang kami gunakan adalah susu sapi, dan karena kualitas dan kuantitas di Indonesia masih belum mencukupi maka kami memutuskan untuk mengimpor bahan baku utama tersebut. Namun untuk bahan tambahan seperti cokelat, buah-buahan, kacang-kacangan, minyak sayur dan bahan penunjang lainnya kami fokus mencari pemasok lokal," katanya pada peluncuran produk baru Campina, Tropicana Choco Caramelt di sela acara Deteksi Con 2015 di Supermall Pakuwon Surabaya, Minggu (15/11/2015) malam.

Ia menambahkan, masih tingginya bahan baku impor dalam produksi Campina mengakibatkan biaya produksi meningkat yang berakibat pada naiknya harga jual ke konsumen. Pada pertengahan tahun ini Campina sudah menaikkan harga jual ke konsumen sekitar 5% untuk hampir semua produknya.

"Tahun depan kami belum tahu apakah akan menaikkan harga lagi, sekarang sedang kami hitung," kata Adji.

Tahun ini, Campina sedikitnya sudah memperoduksi sekitar 20 juta liter es krim berbagai varian dan rasa. Perlambatan ekonomi yang terjadi tahun ini juga berimbas kepada penjualan Campina secara keseluruhan. Diperkirakan tahun ini Campina hanya akan mencapai 95% dari target tahunan perseroan.

Tahun depan seiring perbaikan pertumbumbuhan ekonomi, Campina optimis bisa meningkatkan penjualan hingga 10%. kbc8

Bagikan artikel ini: