Rumah Sakit Malaysia mulai bidik pasar Jatim

Selasa, 17 November 2015 | 16:14 WIB ET
(KB/Purna Budi Nugraha)
(KB/Purna Budi Nugraha)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) mulai berkonsentrasi bidik pasar Jawa Timur. Langkah ini dilakukan karena besarnya potensi masyarakat Indonesia, termasuk Jawa Timur yang ingin berobat ke luar negeri.

Assistent Manager Market Development MHTC, Danil Hikmah Mohd Dahlan mengatakan, saat ini Malaysia sedang berupaya menjadi salah satu negara yang menjadi tujuan utama wisata kesehatan di dunia. Untuk itu, Malaysia tengah gencar melakukan peningkatan layanan kesehatan dan promosi di bidang industri kesehatan.

Di Malaysia, ada sekitar 250 Rumah Sakit yang bisa menjadi jujukan masyarakat dunia yang ingin berobat. Dengan kelengkapan teknologi dan banyaknya dokter spesialis yang cukup berpengalaman, wisata kesehatan di Malaysia diklaim tak kalah dengan Singapura.

"Karena Indonesia adalah tetangga, maka kami memberikan perhatian khusus untuk melakukan sosialisasi disini dengan melakukan seminar kesehatan. Selain itu, pasar Indonesia, termasuk Jatim cukup besar. Dalam satu tahun sedikitnya ada sekitar 600.000 orang di seluruh Indonesia yang berobat ke luar negeri. Ini yang kami bidik," ujar Danil ditemui di Surabaya, Selasa (17/11/2015).

Menurut Danil, saat ini jumlah masyarakat dunia yang sudah berkunjung dan melakukan pengobatan di Malaysia sudah sangat banyak. Tidak hanya Indonesia, mereka juga datang dari berbagai negara lain, seperti Dubai, Tiongkok, Korea, Hongkong dan Thailand. Bahkan Singapura yang saat ini industri kesehatannya sudah sangat maju dan menjadi tujuan utama masyarakat dunia untuk melakukan wisata kesehatan juga kerap mengirimkan pasien mereka ke Malaysia.

"Dengan mulai terbukanya pasar global, kami ingin memposisikan industri kesehatan Malaysia menjadi nomor satu di dunia, mengalahkan Singapura," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Area Representative Gleneagles Penang untuk wilayah Indonesia, Roy Tampubolon mengatakan, sudah banyak warga Indonesia yang berobat di Rumah Sakit swasta terbesar dan yang pertama dibangun di Malaysia tersebut. Hanya saja, saat ini masih terkendala akses penerbangan. Saat ini, penerbangan langsung dari Jakarta ke Penang hanya tersedia tiga kali dalam satu minggu.

"Dan dari jumlah penumpang dalam setiap penerbangan tersebut, 20%nya adalah pasien dari Indonesia yang ingin berobat ke Gleneagles Penang," ujarnya.  Gleneagles Penang dibangun pada tahun 1973 ini memiliki ruang inap sebanyak 268 kamar dengan 60 dokter spesialis.

Perwakilan Mahkota Medical Center, Firda Rusdiana membenarkan tentang besarnya potensi pasar Indonesia. Ia optimistis jumlah kunjungan pasien dari Indonesia akan semakin tinggi dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan. Apalagi jarak, bahasa dan tradisi antara Indonesia dengan Malaysia tidak jauh berbeda.

"Melihat besarnya potensi tersebut, kami sudah membuka kantor perwakilan di Indonesia, termasuk di Surabaya. Dan Mahkota Medical Center ini sudah banyak menjadi rujukan masyarakat Surabaya yang ingin berobat ke luar negeri," katanya.kbc6

Bagikan artikel ini: