Rizal Ramli sebut banyak KKKS tak sanggup garap blok migas

Rabu, 25 November 2015 | 18:28 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli mengklaim banyak blok minyak dan gas yang tidak tergarap. Hal ini lantaran kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang memenangkan blok tersebut tidak sanggup mengembangkannya.

“Ratusan konsensi blok migas dibagikan ke KKKS, tetapi kebanyakan tidak punya modal, tidak punya network, tidak punya pengalaman. Sehingga, konsensi tetap konsensi dan tidak ada kegiatan eksplorasi yang berarti,” kata dia baru-baru ini.

Kepala Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Elan Biantoro membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, dari sekitar 240 KKKS eksplorasi yang ada saat ini, sebanyak 50% tidak menjalankan komitmennya. Pengusaha yang memenangkan blok ini disebutnya justru menjualbelikan konsensi yang dimilikinya lantaran tidak punya dana untuk menggarapnya. “Akhirnya (blok Migas) didiamkan, kemudian ditawarkan ke orang lain, diperjualbelikan, dan komitmennya tidak jalan,” tutur dia.

Elan menjelaskan, pemerintah sebenarnya telah mengatur agar setiap kontraktor migas yang tidak menjalankan komitmen dikenai sanksi. Setiap kali tanda tangan kontrak, perusahaan migas harus menjanjikan komitmen investasi untuk tiga tahun pertama. Jika komitmen ini tidak dijalankan, selain pengurangan luas lahan rutin 20% setelah tiga tahun, KKKS tersebut dikenai tambahan potongan konsesi 15%. Demikian juga pada tahun keenam.

Sayangnya, mekanisme ini tidak bisa menghentikan praktik jual beli konsensi migas. “Dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun, KKKS itu sudah bisa jual beli,” ujarnya.

Tidak tanggung- anggung, setiap kali transaksi jual beli, KKKS disebutnya bisa mengantongi keuntungan hingga US$ 15 juta. Untuk mengatasi hal ini, lanjut dia, pemerintah harus tegas memutus kontrak KKKS yang tidak menjalankan komitmennya. Hal ini diakuinya sulit dilakukan di masa lalu lantaran adanya intervensi dari kekuatan politik. Namun, mulai tahun ini, SKK Migas akan tegas menindak KKKS yang tidak memenuhi komitmen investasi yang dijanjikannya.

Beberapa waktu lalu, SKK Migas memanggil 15 KKKS eksplorasi yang bermasalah melalui iklan di media cetak nasional. Selain tidak menjalankan komitmennya, 15 KKKS ini juga tidak bisa dikontak oleh SKK Migas. Tidak hanya itu, tambah Elan, SKK Migas bahkan sudah menolak pengajuan perpanjangan kontrak beberapa KKKS. “Tahun ini sudah banyak (tidak disetujui perpanjangan). Blok yang jatuh temponya tahun ini dan mengajukan perpanjangan, jika tidak perform, tidak disetujui perpanjangan,” jelas dia. kbc10

Bagikan artikel ini: