Hipmi: Harusnya lebih banyak mahasiswa yang mau jadi pengusaha

Minggu, 20 Desember 2015 | 21:46 WIB ET
Muhammad Ali Affandi (berdiri) saat menjadi pembicara di seminar nasional mengenai kepamimpinan Airlangga Leadership Program (ALP) 2015.
Muhammad Ali Affandi (berdiri) saat menjadi pembicara di seminar nasional mengenai kepamimpinan Airlangga Leadership Program (ALP) 2015.

SURABAYA, kabarbisnis.com: Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) terus mendorong anak muda Indonesia khususnya yang sedang duduk di bangku perkuliahan untuk menjadi wirausaha agar negara ini kuat dalam ekonomi.

Ketua Bidang Ekonomi Kreatif, Kesehatan, dan Telekomunikasi Badan Pengurus Pusat (BPP) Hipmi, Yaser Palito, mengatakan jika suatu negara kuat dari sisi ekonomi, maka kemungkinan dijajah oleh bangsa lain akan menjadi kecil.

"Saat ini kedaulatan yang utama dimiliki suatu bangsa haruslah kedaulatan ekonomi. Jika ekonomi kuat, maka negara lain tidak akan mudah melakukan intervensi. Karenanya penguatan ekonomi mutlak diperlukan," katanya ketika menjadi pembicara dalam seminar nasional mengenai kepamimpinan Airlangga Leadership Program (ALP) 2015 di Kampus Universitas Airlangga, Minggu (20/12/2015).

Ia menambahkan, kekuatan ekonomi suatu negara salah satunya ditopang oleh pertumbuhan jumlah wirausahanya. Karenanya Hipmi terus mendorong pertumbuhan jumlah wirausawan baru melalui berbagai program diantaranya Hipmi Campus yang berfokus mencetak pengusaha dari kalangan mahasiswa.

"Dengan segala kretifitas dan semangatnya, para mahasiswa harusnya bisa menjadi pengusaha pemula yang handal. Disamping itu dengan banyaknya mahasiswa yang menjadi pengusaha maka lapangan pekerjaan baru akan banyak terbuka dan mengurangi pengangguran intelektual seperti yang sekarang banyak terjadi di Indonesia," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Kompartemen Bina Wilayah Jawa, Bali, NTB dan NTT BPP Hipmi, Muhammad Ali Affandi, menambahkan untuk menjadi pengusaha pemula yang handal, para mahasiswa hendaknya terus menumbuhkan kreatifitas.

"Banyak peluang bisnis yang bisa digali oleh mahasiswa. Banyak-banyaklah melakukan diskusi, membaca buku dan browsing di internet, maka niscaya akan menemukan peluang-peluang baru," papar pria yang juga mantan Ketua BPD Hipmi Jatim ini.

Andi, sapaan akrab Ali Affandi mencontohkan banyak pengusaha muda yang sukses dari ide-ide kreatif yang tidak banyak dipikirkan orang. Salah satunya adalah Justin Gignac yang sukses menjual souvenir dari sampah di kota New York.

"Ide-ide brilian seperti ini harusnya dimiliki mahasiswa di Indonesia. Selain bisa menjadi uang, ide menjual sampah seperti yang dilakukan Justin bisa menjadi inspirasi untuk menanggulangi masalah perkotaan," tuturnya. kbc8

Bagikan artikel ini: