60% Lulusan PT menganggur

Kamis, 26 Februari 2009 | 18:35 WIB ET

Lulusan pendidikan vokasi lebih trampil

JEMBER: Pemerintah diminta segara mengubah fokus pendidikan tinggi dari akademis ke vokasi, karena sekitar 60% lulusan perguruan tinggi (PT) menganggur dalam beberapa tahun terakhir.

Fakta itu diungkapkan anggota Dewan Pendidikan Tinggi, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional Zulfikar dalam seminar 'Pengembangan Pendidikan Vokasi' di Politeknik Universitas Negeri Jember (Unej), Kamis (26/2).

Pendidikan vokasi adalah pendidikan tinggi yang diarahkan pada penguasaan keahlian terapan tertentu, yang mencakup program diploma 1, diploma 2, diploma 3, dan diploma 4, maksimal setara sarjana. Lulusan pendidikan vokasi akan mendapatkan gelar vokasi.

Dengan kelebihan memiliki ketrampilan khusus seperti itu, katanya, daya saing lulusan pendidikan vokasi masih berpeluang untuk diserap secara maksimal oleh pasar kerja.

“Dibanding lulusan perguruan tinggi yang diserap kebutuhan kerja, sesungguhnya lulusan pendidikan vokasi lebih bisa diterima,” katanya.

Meski berpeluang lebih besar ketimbang lulusan PT, kata Zulfikar, lulusan pendidikan vokasi bukan tanpa kelemahan. Rata-rata pencari kerja lulusan vokasi lemah pada soft skill.

“Lulusan vokasi biasanya lemah di soft skill, tidak berani menerima peluang kerja yang jauh dari domisilinya. Meskipun dengan gaji besar dan fasilitas yang memadai,” ujarnya.

Dia berpendapat, para lulusan pendidikan vokasi sudah waktunya mengubah mentalitas tersebut. Sebab di tempat lain, peluang berkarir dan mengembangkan diri biasanya lebih besar. (kb7/kb2)

Bagikan artikel ini: