Ini penyebab kegagalan ExxonMobil Cepu penuhi target produksi 2015

Kamis, 7 Januari 2016 | 10:37 WIB ET
(istimewa)
(istimewa)

JAKARTA, kabarbisnis.com: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah memaparkan sejumlah KKKS yang tidak mampu memenuhi target produksi minyak dan gas bumi sesuai dengan revisi work plan & budget 2015.

ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) berada di urutan pertama dengan kekurangan produksi minyak dan kondensat sebesar 46.089 bph atau hanya mampu memproduksi 61% dari target 2015.

Sementara untuk produksi gas, EMCL tercatat kekurangan 37 MMSCFD atau hanya mampu memproduksi 32,6% dari target tahun lalu.

Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi bilang, realisasi produksi EMCL memang jauh dari target produksi karena mundurnya penyelesaian proyek Banyu Urip.

SKK Migas sebelumnya memang memproyeksi proyek Banyu Urip bisa onstream pada awal September 2015 lalu. Namun kerusuhan yang terjadi di proyek Banyu Urip pada awal Agustus 2015 lalu membuat jadwal onstream Banyu Urip mundur cukup lama.

"Tapi akhirnya bisa mulai produksi di pertengahan Desember 2015. Diharapkan produksi lanjut terus dan CPF (Central Processing Facility) Train B diharapkan cepat selesai sehingga bisa full capacity Maret 2016," kata Amien pada Selasa (5/1/2016).

Sementara itu Vice President Public and Government Affairs ExxonMobil, Erwin Maryoto membenarkan bahwa proyek Banyu Urip sudah onstream. "Saat ini produksi Banyu Urip telah mencapai 130.000 barel per hari (bph) dan akan terus meningkat dalam beberapa bulan ke depan,"ujar Erwin.

Namun demikian, Erwin menyebut pihaknya akan terus berupaya untuk bisa memenuhi target produksi yang telah disetujui oleh SKK Migas sesuai dengan WP&B pada tahun ini. Salah satu caranya adalah terus memaksimalkan produksi.

"Dan memaksimalkan fasilitas produksi yang baru ini berjalan dengan baik," ujar Erwin.

Selain EMCL, sejumlah KKKS juga tercatat tidak memenuhi target produksi minyak dan kondensat. Total kekurangan produksi sesuai target pada tahun 2015 mencapai 64.000 bph yang didapat dari 27 KKKS diantaranya adalah Pertamina, PT Odira Energy, PHE-WMO, PHE NSB-NSO, EMP Malacca, PetroChina Jabung dan PetroChina Bermuda.

Sementara untuk KKKS yang tidak memenuhi target produksi yang ditetapkan dalam revisi WP&B 2015 adalah EMCL, JOB PM Tomori, Kangean Energy, Petronas Muriah, JOB PTJM, PHE-WMO, Medco Lematang, Petronas Ketapang, dan PHE NSB-NSO. Total kekurangan produksi dari target WP&B 2015 mencapai 165 mmscfd. kbc10

Bagikan artikel ini: