Proyek infrastruktur mulai, Semen Indonesia pede penjualannya tumbuh 6%

Kamis, 7 Januari 2016 | 17:24 WIB ET

GRESIK, kabarbisnis.com: Produsen semen PT Semen Indonesia (persero) Tbk optimis penjualan semen di pasar domestik tahun 2016 ini akan membaik dan bertumbuh hingga 6%.

Direktur Utama Semen Indonesia (SI), Suparni, mengatakan selama tahun 2015 lalu konsumsi semen di pasar dalam negeri tidak bertumbuh di seperti yang ditargetkan, khususnya di awal tahun. Namun memasuki Semester II/2015 konsumsi semen mulai menunjukkan peningkatan  seiring mulai berjalannya proyek infrastruktur pemerintah.

"Pada Semester I/2015 lalu konsumsi semen di tanah air bertumbuh negatif karena terimbas perlambatan ekonomi. Tapi memasuki Semester II khususnya mulai Bulan Agustus permintaan mulai meningkat karena proyek infrastruktur pemerintah mulai berjalan. Dan ketika proyek infrastruktur mulai berjalan maka kami optimis permintaan semen akan terus terangkat dalam beberapa tahun mendatang," katanya di sela selamatan peringatan ulang tahun ke-3 Holding Strategis PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Kantor Pusat Semen Indonesia di Gresik, Kamis (7/1/2016).

         

Ia menambahkan, proyek-proyek infrastruktur pemerintah seperti bendungan, jalan tol, pelabuhan, bandara sudah mulai berjalan di akhir tahun lalu. Proyek yang rata-rata multiyears itu sekaligus memberikan kepastian permintaan semen di Indonesia.

Tahun 2015 lalu, holding Semen Indonesia yang terdiri dari Semen Gresik, Semen Tonasa, Semen Padang dan Thang Long Cement di Vietnam memproduksi 31,5 juta ton semen. Jumlah tersebut hampir sama dengan produksi tahun sebelumnya.

Dari jumlah produksi tersebut, 500 ribu ton diantaranya dieskpor ke beberapa negara seperti Bangladesh, Sri Lanka, Timor Leste dan Filipina.

Saat ini Semen Indonesia Group masih menjadi produsen semen terbesar di Indonesia dengan market share 42%-44% di pasar domestik. kbc8

Bagikan artikel ini: