Per 15 Januari 2016, tarif AKAP bakal turun 5%

Jum'at, 8 Januari 2016 | 09:14 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memutuskan untuk menurunkan tarif angkutan darat antar kota antar provinsi (AKAP) untuk kelas ekonomi sebesar 5 persen. Langkah ini dilakukan menyusul dikeluarkannya kebijakan pemerintah yang menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 5 Januari 2016.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah pemerintah berdiskusi dengan para pengusaha angkutan yang tergabung dalam Organisasi Angkutan Darat (Organda).

"Berkaitan dengan penyesaian harga eceran solar, maka kami sudah berdikusi dengan Organda, pemerintaha memustuskan untuk menurunkan tarif AKAP sebesar 5 persen. 5 persen ini karena kan perhitungannya per kilometer per penumpang," ujarnya di Jakarta, Kamis (7/1/2015).

Sedangkan untuk penyesuaian tarif bagi angkutan penumpang antar kota dalam provinsi kelas ekonomi, angkutan perkotaan dan angkutan pedesaan serta angkutan penyeberangan lintas antar kabupaten kota dalam provinsi dan lintas dalam kabupaten kota dilakukan oleh gubernur, bupati, walikota sesuai dengan kewenangannya.

Jonan menjelaskan, tarif baru setelah mengalami penurunan 5 persen akan dilakukan penggenapan dengan kelipatan Rp 500. Hal ini untuk memudahkan dalam proses pembayaran. "Turun 5 persen itu nanti akan ada kelipatannya kira-kira Rp 500. Kan kalau nggak nanti uang pengembaliannya susah," kata dia.

Sementara Plt Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Sugihardjo mengatakan, tarif baru tersebut akan mulai berlaku pada 15 Januari 2015. Ketentuan mengenai penurunan tarif ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan.

"Kenapa tanggal 15? Ini supaya ada persiapan. Ini kan regulasi tarif, beda dengan angkutan barang yang tidak ditetapkan pemerintah. Sepanjang ditetapkan oleh pemerintah maka wajib operator mematuhinya," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: