Calon ketum HIPMI Surabaya Radit siap tingkatkan kolaborasi pengusaha muda

Selasa, 12 Januari 2016 | 20:40 WIB ET
Radityo Suryo Hartanto
Radityo Suryo Hartanto

SURABAYA, kabarbisnis.com: Belum kuatnya kolaborasi antar pengusaha muda di Surabaya, khususnya yang bergerak dalam industri kreatif, menjadi pekerjaan utama yang harus dicari solusinya agar wirausahawan pemula di Kota Pahlawan ini bisa bersaing di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Calon Ketua Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Surabaya, periode 2016-2019 Radityo Suryo Hartanto, mengatakan, kerja sama antar pengusaha muda di suatu daerah sangat diperlukan untuk mendongkrak daya saing pengusaha muda di tengah ancaman gempuran pebisnis asing.

“Yang terjadi saat ini, di Surabaya khususnya, para pengusaha mudanya kurang mau berkolaborasi satu sama lain. Padahal jika mereka bisa berkolaborasi, maka cakupan layanan yang bisa diberikan akan lebih luas sehingga kemungkinan untuk mendapatkan pasar jadi terbuka lebih lebar,” katanya kepada kabarbisnis.com, Selasa (12/1/2016).

Isu inilah yang diusung Radit, panggilan akrabnya, dalam pemilihan Ketua Umum Hipmi Surabaya yang akan dilakukan bulan ini. Hipmi sebagai salah satu asosiasi yang menaungi pengusaha muda, menurutnya haruslah bisa menjadi wadah yang efektif untuk membangun jaringan.

Jika nantinya terpilih menjadi Ketua Hipmi Surabaya yang baru, bos perusahaan konsultan branding PT. Pendopo Agung Poetrokoesoeman ini akan menggiatkan temu bisnis antar pengusaha (bussiness matching).

"Dengan temu bisnis inilah maka akan terbangun suatu jaringan pengusaha yang memperkuat satu sama lain. Ini juga sesuai dengan tema kami dalam pemilihan Ketua Umum BPC Hipmi Surabaya yakni penguatan jaringan, penajaman wawasan dan penguatan hubungan atau kami singkat dengan Hipmi Jawara," tuturnya.

Isu lain yang akan diangkat Bendahara Umum Hipmi Surabaya ini adalah penguatan permodalan bagi pengusaha-pengusaha muda. Selama ini, menurutnya Hipmi belum bisa menjadi payung bagi pengusaha muda untuk mempermudah dalam mencari pendanaan.

"Permodalan khususnya dari perbankan saat ini masih melihat profil masing-masing pengusaha. Kami ingin nantinya Hipmi bisa menjadi payung bagi pengusaha pemula untuk mendapatkan modal murah, atau paling tidak organisasi ini bisa mendorong pengusaha untuk feasible dan bankable sehingga mudah mendapatkan pendanaan dari bank," paparnya. kbc8

Bagikan artikel ini: