BCA pelajari peluang bank swasta kucurkan KUR

Kamis, 14 Januari 2016 | 09:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Rencana pemerintah untuk memberikan peluang kepada perbankan swasta untuk ikut menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) disambut positif PT Bank Central Asia (BCA). Bank ini tengah mempelajari soal rencana tersebut.

Sebelumnya Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mengatakan bakal menggandeng bank swasta dan BPD guna menyalurkan KUR dengan syarat.

"Ini sesuatu yang baru buat kita, kalau kita rencananya akan ada pilot project dulu seperti sebelumnya. Hal ini baru diberitahukan, jadi kita coba melihat lebih dulu. Terus terang kita masih harus belajar. Kita buat project, di Grobogan ternyata kurang berhasil. Kita baru ada di Kuningan dan berhasil. Kita akan coba terus," kata Direktur Utama PT Bank Central Asia (BCA) Jahja Setiaatmadja di Jakarta, Rabu (13/1/2015).

Selain masih harus mempelajari soal KUR, BCA juga akan melakukan pengetesan atas produk tersebut. Diterangkan jangka waktunya bisa memakan 6 bulan hingga setahun, tergantung dari pengembangan infrastrukturnya.

"Kita tes dulu, bisa 6 bulan atau setahun. Perlu waktu dan pengembangan infrastrukturnya tidak gampang. Kalau di BRI, sudah ada10 ribu sampai 10500 cabangnya. Kita cuma 1200. Jauh bedanya dan biaya tentu akan besar sekali," lanjutnya.

Selain kendala tersebut, pihaknya juga mengakui akan bersaing dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan bank syariah daerah yang lebih dulu menyalurkan KUR ke masyarakat daerah.

"Saingannya bank-bank itu, dan kita lagi mencari bisnis modal apakah kita sendiri masuk atau menyalurkan biaya saja sedangkan pelaksananya BPR dan BPD. Itu buat kita lebih cocok daripada langsung. Kalau langsung kita bakal bersaing dan bisa mematikan usaha BPR. Jadi tidak bisa cepat ambil keputusan," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: