Pasar membaik, pebisnis properti genjot hunian menengah atas

Selasa, 19 Januari 2016 | 10:48 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kalangan pelaku usaha properti meyakini pasar properti tumbuh 10-12 persen pada tahun ini, seiring dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi nasional. Kondisi bisnis diyakini berbalik positif setelah tahun lalu melambat dengan hanya meningkat sekitar 7 hingga 8 persen.

Ketua Umum Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI), Eddy Hussi mengaku banyak menaruh harapan pada penjualan hunian komersial kelas menengah ke atas. Akselerasi perdagangan properti kelas ini diharapkan turut mendongkrak harga jual.  

"Kami harap di tahun ini tak hanya rumah murah saja yang bisa diserap, tapi juga rumah kelas menengah ke atas bisa dibeli oleh masyarakat karena adanya perbaikan pendapatan. Tapi kami rasa untuk tahun ini rumah murah masih ramai dibeli masyarakat," jelas Eddy di Jakarta, Senin (18/1/2016).

Menurutnya, penjualan rumah murah meningkat pada 2015 berkat Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang memberikan subsidi bunga kredit 5 persen.

Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Penyesuain (APBNP) 2015, pemerintah menganggarkan Rp5,1 triliun untuk FLPP atau lebih besar 70 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp3 triliun.

"Sebetulnya kami pun masih yakin penjualan rumah murah akan meningkat lagi di tahun ini karena anggarannya meningkat dua kali lipat. Tapi kami masih punya harapan akan penjualan rumah kelas menengah ke atas," jelasnya.

Kendati demikian, REI belum memiliki target terkait penjualan rumah non-FLPP tahun ini. Sementara itu, REI menargetkan pembangunan rumah murah sebanyak 240 ribu unit atau lebih tinggi 46,02 persen dibandingkan dengan realisasi tahun lalu 164.360 unit.

"Program sejuta rumah memang sudah menjadi konsentrasi REI sedari awal. Target REI tetap sama, per tahun 240 ribu unit. Untuk non-FLPP angkanya lebih kecil dari FLPP tapi tergantung pasar properti ke depan seperti apa," ujar Eddy.

Dalam program satu juta rumah tahun 2015, rumah non-FLPP diharapkan dapat dibangun sebanyak 396.484 unit, dimana REI mengambil jatah 250 ribu unit. Untuk rumah FLPP, REI mengambil jatah 230 ribu unit dari target sebesar 603.516 unit. kbc10

Bagikan artikel ini: