Hadapi MEA, pengusaha wanita genjot potensi lokal

Rabu, 20 Januari 2016 | 18:48 WIB ET
Nita Yudi
Nita Yudi

BANDUNG, kabarbisnis.com: Kalangan pelaku usaha yang tergabung dalam Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) terus berupaya untuk mendorong potensi produk lokal, menyusul telah diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

"Negara-negara lain juga mengkhawatirkan MEA, sehingga mau tidak mau harus kita hadapi," kata Ketua Umum DPP Iwapi Nita Yudi di sela Musda VIII, DPD Iwapi Jawa Barat di Galeri Hotel Cimbuleuit, Kota Bandung, Rabu (20/1/2016).

Adapun ragam persiapan yang dilakukan Iwapi di antaranya mencakup penguatan potensi produk lokal dan perluasan jaringan. Untuk memperluas jaringan pemasaran, Iwapi juga telah melakukan kerja sama dengan sejumlah negara ASEAN, seperti Australia, Amerika, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

"Kami juga akan melakukan kerja sama dengan kalangan  istri diplomat RI, sehingga nantinya mereka juga bisa menjadi perwakilan RI untuk memerkenalkan ragam potensi nusantara, mulai dari wisata, kuliner dan produk lainnya," papar dia.

Pihaknya juga rutin menggelar kegiatan pembinaan dan pelatihan bagi para anggotanya. Bahkan inovasi produk juga telah dilakukan untuk menghadapi persiapan MEA.

"Sepatu saya saja buatan lokal, dari kualitasnya tentu tak kalah dengan buatan luar, bahkan harganya jauh lebih ekonomis," tutur Nita.

Ragam potensi produk lokal juga bisa menembus pasar luar negeri, asalkan produk yang disuguhkan memiliki kualitas dan inovasi. Bahkan makanan kuliner nusantara saat ini telah mengalami proses inovasi.

"Cokelat dodol dari garut juga tak kalah saing dengan cokelat luar negeri, kuliner lokal seperti nasi uduk juga saat ini sudah dikemas instan," tambahnya.

Untuk lebih siap menghadapi MEA, kalangan internal Iwapi melakukan berbagai pelatihan ekspor dan informasi teknologi. Karena, saat ini untuk menembus konsumen di berbagai belahan dunia, para pelaku usaha bisa memanfaatkan layanan virtual.

"Untuk bisa bersaing produk tentu harus memiliki keunggulan dan daya saing, dan MEA inilah yang menjadi tantang bersama. Karena mau tidak mau harus kita hadapi," ujar dia. kbc10

Bagikan artikel ini: