Bulog monopoli impor jagung pakan ternak

Jum'at, 22 Januari 2016 | 10:02 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah menunjuk Perum Bulog sebagai importir jagung pakan ternak unggas. Nantinya, jagung itu didistribusikan kepada peternak unggas khusus sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Penugasan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan diputuskan pemerintah baru-baru ini. Perum Bulog Djarot Kusumayakti kepada wartawan di Jakarta, Kamis (21/1/2016) membenarkan hal itu.

Secara diplomatis,Djarot menuturkan Bulog diberikan penugasan dari pemerintah sebagai importir jagung itu semata mata untuk menstabilkan harga pangan dan bukan berorientasi mencari laba.

"Ini kan juga sebagai bentuk pengawasan pemerintah. Untuk saat ini kita sedang mengurus perizinan impor itu," ujarnya.

Djarot menceritakan pemerintah memutuskan untuk melakukan impor jagung karena saat ini harga daging ayam dan telur ayam sedang melonjak akibat naiknya harga pakan ternak yang berbahan baku jagung dan otomatis membebani masyarakat.

"Karenanya pemerintah perlu segera mengimpor jagung untuk menambah suplai ke pasar, sehingga harga pakan ternak bisa turun dan diikuti oleh daging ayam dan telur," terangnya.

Keputusan impor tersebut, sambung Djarot karena saat ini belum memasuki musim panen jagung dan baru dimulai pada bulan Maret-April.

Kesempatan sama Direktur Pengadaan Perum Bulog Wahyu menerangkan jagung yang diimpor dan akan mulai masuk pada akhir Januari 2016 secara bertahap hingga mencapai 600.000 ton pada akhir Maret 2016, akan diprioritaskan untuk peternak rakyat dan UMKM yang saat ini sangat membutuhkan dikarenakan oleh mahalnya jagung.

Pemerintah memutuskan kuota impor jagung pada 2016 dengan volume sekitar 30 persen dari kebutuhan, yaitu 200.000 ton per bulan atau 2,4 juta ton setiap tahun serta akan dilakukan seluruhnya oleh Perum Bulog.kbc11

Bagikan artikel ini: