Waspadalah! Cyber crime mulai bidik pasar modal RI

Jum'at, 22 Januari 2016 | 10:28 WIB ET

BALI, kabarbisnis.com: Kejahatan berbasis internet (cyber crime) kini semakin merajalela saja, seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengendus tindak kejahatan cyber crime tidak hanya membidik industri perbankan, tapi juga industri keuangan lainnya, seperti pasar modal

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan, pihaknya mulai fokus untuk meningkatkan antisipasi cyber crime terhadap industri pasar modal.

"Capital market itu tak terlepas dari sistem yang ada di financial sektor. Katakanlah attack-nya dari perdagangan bursa atau aset nasabah bisa mengcover dari link institusi lain misal dari rekening dana atau rekening efek," katanya di Nusa Dua, Bali, Kamis (21/1/2016).

Menurutnya, tindak kejahatan cyber crime saat ini bukan hanya mengancam industri pasar modal yang sudah matang saja, tapi juga di negara-negara yang baru berkembang seperti Indonsia. Untuk itu pihaknya telah melakukan simulasi serangan cyber crime dalam konfrensi International Organization of Securities Commissions The Growth an Emerging Markets Committee (IOSCO GEM-C) Meeting 2016.

Melalui acara tersebut, para pengawas pasar modal dari negara-negara berkembang bisa mempelajari macam-macam modus cyber crime terhadap pasar modal. Sehingga bisa dilakukan pencegahan maupun tindakan jika terjadi serangan cyber crime.

"Tujuannya ada yang ingin mendapatkan manfaat uang menjebol rekening dari seorang. Tapi ada juga yang dilakukan pelaku untuk mengacaukan sistem. Tentu semua itu perlu dibuat sistem untuk mencegah dan menghalangi hal itu," imbuhnya.

Nurhaida mengaku, pihaknya akan mencoba belajar dari simulasi cyber crime tersebut agar bisa membatasi bahkan mengantisipasi sebelum terjadinya serangan cyber crime terhadap pasar modal Indonesia.

"Semua sistem yang bisa di hack itu yang perlu kita jaga dan antisipasi apa yang harus dilakukan. Ini kita perlu kembangkan dan dicerna lagi kira-kira risikonya seperti apa," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: